Language : English  Indonesia

News Flash 5 Januari 2009

Kilas Balik Kinerja Investasi 2008 serta Peluang & Strategi Investasi 2009

Andai seorang investor tertidur sejak awal tahun dan baru terbangun pada akhir tahun 2008 ini, maka besar kemungkinan ia akan terkejut melihat kinerja investasi pada tahun ini. Berikut ini adalah kilas balik pasar investasi sepanjang tahun 2008 serta kiat berinvestasi untuk tahun 2009. Berikut petikan wawancara investor tersebut dengan Manajer Investasi tersebut.

Tanya (T): Bagaimana kondisi investasi sepanjang tahun 2008?
Jawab (J): Sepanjang tahun ini telah terjadi krisis keuangan global yang dimulai dengan krisis pinjaman perumahan di Amerika Serikat (AS) yang berdampak langsung pada pasar modal dunia dan pada akhirnya membawa perlemahan perekonomian dunia. Kinerja pasar modal dunia turun lebih dari 30% dan diikuti oleh penurunan harga komoditas karena berkurangnya permintaan akibat dari pelemahan perekonomian dunia. Penurunan harga komoditas ini membuat ekspektasi inflasi dunia untuk tahun ini dan tahun depan akan rendah sehingga memberikan ruang bagi bank sentral seluruh dunia untuk menurunkan suku bunga sebagai upaya untuk mempertahankan kinerja perekonomian negaranya.

Tanya (T): Bagaimana pengaruhnya terhadap pasar modal dan perekonomian Indonesia?
Jawab (J): Pasar modal adalah pasar pertama yang terkena dampak dari krisis keuangan global ini. Penurunan kinerja di pasar modal, nilai tukar, dan obligasi yang mengalami penurunan masing-masing lebih dari 50%, 20%, dan 10%, yang terutama disebabkan oleh tingginya tekanan jual dari para investor asing. Dampak pada perekonomian baru mulai terlihat pada kuartal keempat tahun ini dimana kinerja ekspor mengalami penurunan terutama ekspor ke AS. Sedangkan sektor lain seperti konsumer, perbankan serta industri masih memberikan hasil yang positif seperti terlihat dari laporan triwulanan emiten di Indonesia.

Tanya (T): Jadi, apa penyebab penurunan kinerja pasar modal di Indonesia?
Jawab (J): Seperti telah diuraikan di atas kinerja emiten di Indonesia tidaklah seburuk emiten lain di AS misalnya, tetapi harga sahamnya turun luar biasa. Krisis keuangan global membuat para investor mengalihkan aset investasi beresiko tinggi seperti saham ke aset yang dianggap aman seperti US Dollar. Jadi secara singkat penurunan kinerja pasar modal kita bukanlah disebabkan oleh faktor fundamental tetapi lebih karena sentimen. Oleh karenanya kami melihat kondisi pasar modal saat ini sangat menarik bagi investor, terutama bagi investor yang memiliki Vision investasi jangka panjang, karena dapat membeli aset investasi berkualitas dengan harga “murah”.

Tanya (T): Bagaimana dengan prospek investasi tahun depan?
Jawab (J): Pelemahan perekonomian global masih akan mewarnai tahun 2009, dan akan memberi dampak kepada kinerja sektor riil di Indonesia, walau tidak akan separah yang terjadi di AS. Beberapa sektor industri justru akan memperoleh manfaat dari pelemahan perekonomian global ini, dimana turunnya harga komoditas akan membuat penurunan suku bunga global. Pasar obligasi, emiten yang bergerak di sektor konsumer kelas bawah, infrastruktur, serta perbankan akan menerima dampak positif dan akan menjadi sarana investasi menarik di tahun depan.

Tanya (T): Jadi strategi investasi apa yang paling baik di tahun 2009?
Jawab (J): Sebagai seorang investor, apalagi investor jangka panjang amatlah disarankan untuk melakukan perencanaan keuangan sebelum melakukan investasi, sehingga tidak terburu-buru dalam melakukan investasi. Dalam perencanaan keuangan tujuan investasi harus ditentukan terlebih dahulu, baru kelas aset yang dipilih sesuai dengan tujuan serta tingkat resiko investor itu sendiri. Setelah itu jangan lupa melakukan diversifikasi investasi ke beberapa kelas aset yang berbeda sifatnya untuk mengurangi resiko investasi. Hal lain yang dapat dilakukan untuk memperkecil resiko investasi juga dengan melakukan pembelian secara berkala atau “dollar cost averaging”.

Tanya (T): Sebagai investor menghadapi kondisi seperti ini apa yang harus dilakukan?
Jawab (J): Gejolak harga yang terjadi di tahun ini telah merubah nilai dan komposisi portofolio investasi investor, dan oleh karenanya kami sangat menyarankan agar investor me-review kembali portofolio investasinya dan memastikan bahwa komposisi portofolio investasi Anda saat ini masih sesuai dengan tujuan investasi yang telah Anda rencanakan:

  1. Jika memang porsi investasi masih kecil, maka dapat disarankan untuk menambah porsi investasi di saat pasar yang sedang terkoreksi cukup dalam.
  2. Jika memang dirasa porsi investasi sudah cukup, maka tidak disarankan untuk menambah porsi investasinya.
  3. Jika posisi investasi terlalu besar, maka disarankan untuk disesuaikan dengan tujuan investasi terdahulu.

Tanya (T): Apakah trading dalam kondisi pasar seperti ini sangat baik?
Jawab (J): Teorinya memang trading dapat memberikan tingkat pengembalian tinggi dalam jangka pendek; namun demikian resiko investasi yang ditanggung juga sangat tinggi. Jika Anda seorang “market timer” yang handal, memiliki disiplin yang tinggi, memiliki prasarana dan sarana untuk melakukan hal tersebut, maka Anda dapat memanfaatkan volatilitas harga pasar melalui trading. Bagi investor yang tidak memiliki hal-hal tersebut, kami sarankan Anda untuk menjadi investor jangka panjang; karena trading justru dapat memperkecil hasil investasi akibat adanya biaya transaksi serta resiko pasar yang saat ini cukup tinggi.

Tanya (T): Apakah “switching” disarankan pada saat seperti ini?
Jawab (J): Semuanya tergantung dari kebutuhan investor itu sendiri. Setiap Product memiliki feature dan tujuan investasi yang berbeda sehingga dalam melakukan switching perlu pula disesuaikan dengan tujuan investasi investor itu sendiri. Oleh karena tujuan investasi bersifat jangka panjang jangan sampai kondisi jangka pendek ini dapat mengubah tujuan jangka panjang investor.

Tanya (T): Bagaimana memperkecil resiko investasi dalam kondisi pasar seperti ini?
Jawab (J): Strategi untuk memperkecil resiko investasi adalah sebenarnya tidak tergantung kepada kondisi pasar tetapi justru kesiapan investor dalam merencanakan keuangannya seperti:

  1. Mempunyai tujuan jangka panjang: Adanya konsep bunga berbunga membantu investor untuk dapat memperkecil alokasi investasi saat ini. Selain itu jangka waktu yang panjang juga membantu investor terhadap resiko pasar yang senantiasa berubah.
  2. Melakukan diversifikasi investasi: Karena setiap kelas aset investasi mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, maka memiliki beberapa kelas aset berbeda atau diversifikasi dapat mengurangi resiko investasi. Ingat motto dalam berinvestasi “don’t put your eggs in one basket”.
  3. Berinvestasi secara reguler atau bertahap: Berinvestasi secara reguler atau bertahap sering juga dikenal dengan “dollar cost averaging” tidak saja mengurangi resiko investasi karena membeli dengan harga yang beragam tetapi juga pada saat yang sama mendisiplinkan diri untuk terus berinvestasi walau kondisi tidak baik. Kembali kita harus ingat bahwa peluang sukses dalam berinvestasi adalah “outperformance comes from pessimism”
  4. Evaluasi kinerja investasi secara berkala: Lakukan evaluasi, namun jangan terlalu sering, karena justru dapat mempengaruhi tujuan investasi jangka panjang investor. Kami sarankan agar kinerja investasi dievaluasi setidak-tidaknya 6 bulan sekali atau bahkan 1 tahun sekali, karena kembali tujuan investasi investor rasanya tidak akan berubah setiap hari atau bulanan.
Tanya (T): Apakah yang dimaksud dengan konsep bunga berbunga?
Jawab (J): Konsep bunga berbunga mungkin terasa asing, tetapi sebenarnya sangat sederhana pengertiannya dan jarang kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ada formula sederhana untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan atau berapa suku bunga pertahun yang dibutuhkan untuk menggandakan uang investor menggunakan rumus 72. Caranya adalah 72 dibagi dengan jangka waktu atau bunga pertahun hasilnya sama dengan bunga pertahun atau jangka waktu yang dibutuhkan untuk menggandakan uang investor. Contoh jika jangka waktu yang ada adalah 10 tahun, maka diperlukan bunga pertahun sekitar 7,2% atau jika suku bunga pertahun adalah 20% maka dibutuhkan waktu 3,6 tahun.



News Flash 26 November 2008




Kinerja Commonwealth Bank of Australia (CBA)

Ditengah situasi pasar keuangan dunia saat ini sedang tidak kondusif, kinerja bisnis Commonwealth Bank of Australia (CBA) tetap kuat.


CBA :



  • Tetap memperoleh rating kredit internasional AA – satu diantara hanya 20 bank di dunia yang memperoleh predikat rating yang sama

  • Memiliki asset likuid (harta yang mudah dicairkan) yang sehat senilai AUD$ 66 miliar

  • Menguasai pangsa pasar sebesar 30% pada household deposits, lebih besar dua kali lipat dibandingkan kompetitor di Australia. 

  • Mengalami pertumbuhan saldo deposito terkuat selama 12 bulan terakhir diantara bank-bank di Australia, senilai 34%

  • Terus meningkatkan pangsa pasar  kredit pinjaman rumah selama 18 bulan berturut-turut

  • Memiliki rasio modal lapis pertama sebesar 7,5% (Senilai 11% standard FSA), tertinggi di antara bank-bank kompetitor di Australia dan sebagian besar Eropa


Sebagaimana telah dilaporkan dalam Annual General Meeting di Melbourne pada awal November lalu, secara umum keadaan saat ini akan berdampak pada penurunan perkiraan hasil kinerja semester pertama 2008/2009. Hal ini disebabkan oleh kasus ’Lehman Brothers’, ’Allco Finance Group Limited’, dan ’ABC Learning Centres Limited’.


Di CBA juga tidak terjadi kasus kredit yang menyeluruh, dan kualitas kredit secara umum pada divisi konsumen dan komersial tetap baik.


CBA terus menjaga kehati-hatiannya dalam situasi ekonomi saat ini, dengan menekankan modal, funding dan posisi likuiditas yang kuat 


Sementara kondisi ekonomi Australia relatif kuat, aktivitas ekonomi domestik memang berjalan perlahan, namun demikian Komisaris CBA John Schubert telah meyakinkan pasar bahwa CBA memiliki kinerja keuangan terbaik diantara kompetitornya dan akan terus berlanjut






Informasi Terkini Commonwealth Life

Klik file dibawah ini untuk mengetahui kekuatan serta kinerja Commonwealth Life dan Commonwealth Bank of Australia dalam menghadapi situasi ekonomi global.

     Download News



News Flash 13 Oktober 2008

Pada hari ini, Senin 13 Oktober 2008, perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah dibuka kembali. Dengan dibukanya kembali transaksi BEI, maka perhitungan harga unit Investra hari ini, Senin, 13 Oktober 2008 akan dilakukan pada Selasa, 14 Oktober 2008 untuk tampil di website Commonwealth Life dan media pada Rabu, 15 Oktober 2008.



News Flash 9 Oktober 2008

Q&A Kondisi Suspend BEI dan Hubungannya dengan Commonwealth Life

  1. Mengapa terjadi suspend di Bursa Efek Indonesia (BEI)?
    Pada 8 Oktober 2008, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) mengalami penurunan lebih dari 10%. Berdasarkan Standar Operasional Bursa Efek Indonesia (BEI) apabila keadaan ini terjadi, maka kebijakan suspend (pemberhentian transaksi di bursa) dapat dilakukan untuk meredam turunnya harga saham yang lebih jauh. Jadi sebenarnya intervensi suspend yang dilakukan oleh BEI adalah untuk kebaikan pasar sementara.

  2. Berapa lama suspend ini akan terjadi?
    Hal ini tergantung dari keputusan Pemerintah. Kami akan memberikan update informasi secara berkala. Contohnya, keadaan seperti ini juga pernah terjadi saat bom di BEJ September 2000. Biasanya hal ini tidak berlangsung lama, hanya beberapa hari saja.

  3. Sebagai Nasabah Investra, apa yang harus saya lakukan?
    Kenali profil dan tujuan investasi Anda. Karena tujuan investasi Investra Anda adalah untuk jangka panjang, maka sebaiknya Anda tetap di pilihan Anda.

  4. Apakah dalam kondisi suspend saat ini saya dapat melakukan withdrawal (penarikan sebagian), redemption (penebusan), switching (pengalihan), top-up (penambahan dana investasi), re-direction (perubahan alokasi dana investasi), reinstatement (pemulihan polis)?Karena transaksi di BEI masih suspend, maka kami belum dapat memproses permintaan tersebut saat ini. Namun, permintaan Nasabah akan kami proses setelah transaksi di BEI dibuka kembali

  5. Jika saya membeli Investra dalam kondisi suspend, apakah manfaat proteksi jiwa sudah berlaku?
    Proteksi jiwa Anda sudah langsung berlaku sejak disetujuinya polis Anda, karena proteksi jiwa dan nilai investasi adalah hal yang berbeda.

  6. Pada saat kondisi suspend bagaimana dengan proses renewal polis saya?
    Proses renewal tetap berjalan seperti biasa, karena renewal adalah kewajiban Nasabah agar polis tetap berlaku. Namun untuk transaksi harga unit akan dihitung setelah masa suspend berakhir.

     Pernyataan First State Investment Tanggal 8 Oktober 2008
     Pernyataan First State Investment Tanggal 9 Oktober 2008
     Pengumuman Bursa Efek Indonesia


Insurance Day
Commonwealth Life Awards Achievement
Agency E-Agency Website Portal