Language : Indonesia  English

 News Flash, Januari 18, 2012

 Imbal Hasil Unit Linked Commonwealth Life Berbasis Saham Tetap Gemilang

Setelah menggapai masa keemasan di 2010, imbal hasil Product unit linked di 2011 jatuh, terutama unit linked yang berbasis saham. Padahal, tahun 2010 lalu, unit linked saham memberi keuntungan antara 30% - 40%. Performa unit linked saham jatuh karena kondisi pasar modal juga kurang bagus  dan bahwa saham tergerus karena pengaruh krisis Eropa.

Pemegang unit linked tidak perlu khawatir karena ada prospek cerah bagi unit linked saham di 2012. Penyebabnya karena Indonesia sudah termasuk negara investment grade dan akan mendorong investor berinvestasi di Indonesia, baik sektor riil maupun pasar saham.

Dari 10 perusahaan asuransi, 3 perusahaan asuransi jiwa mengalami imbal hasil negative. Sedangkan tujuh perusahaan lainnya hanya mendapatkan imbal hasil yang kecil. Di lihat dari tabel, Commonwealth Life mencatatkan pertumbuhan imbal hasil yang paling tinggi yaitu sebesar 4%.

*Sumber: Harian Kontan, 3 Januari 2012

 


News Flash,  27 September 2011

FSII Market Review

Akhir-akhir ini, seiring dengan ambruknya indeks bursa global, investor mungkin mulai menimbang apakah sebaiknya ia melakukan cut loss karena takut indeks akan turun lebih dalam lagi. Pada umumnya, para investor yang merasa paling cemas dan berpikir untuk melakukan cut loss adalah mereka yang telah berinvestasi di saham atau reksa dana saham, di mana penurunan nilai investasinya terbilang signifikan. Kami akan mencoba memaparkan alasan serta implikasi dari tindakan cut loss, dengan harapan dapat membantu proses pengambilan keputusan investasi.
 
Implikasi dari tindakan cut loss adalah realisasi kerugian yang mungkin tidak sedikit. Sebagian investor yang telah atau yang akan mengambil pilihan ini umumnya merasa tidak nyaman, baik terhadap kerugian yang diderita maupun terhadap kondisi serta prospek pasar di kemudian hari. Investor kemudian akan memikirkan bagaimana agar nilai dana yang ada saat ini bisa kembali ke nilai awal sebelum terjadinya kerugian (balik modal). Untuk itu, investor perlu mempertimbangkan akan ditempatkan di mana dana dari hasil penjualan tersebut.
 
Cut loss boleh dilakukan oleh investor jika memang profil risikonya tidak cocok untuk berinvestasi di saham. Namun, tentunya dengan keputusan tersebut investor harus mau menerima konsekuensi bahwa imbal hasil yang diperoleh dari instrumen investasi pengganti mungkin tidak sebesar yang diharapkan.
 
 

 

News Flash, 27 September 2011

BNP Paribas Market Review
 
1.     Penurunan bursa Amerika Serikat didorong sinyal bahwa Amerika harus berhati-hati atas efek potensi memburuknya masalah ekonomi di Eropa. Selain itu, Moody’s juga telah menurunkan rating perbankan di Amerika.
 
2.     Fed telah mengumumkan Operation Twist atau program secara simultan penjualan obligasi tenor jangka pendek (1-3 tahun) dan pembelian obligasi tenor jangka panjang (6-30 tahun) yang bertujuan untuk menekan tingkat suku bunga jangka panjang. Oleh karena itu, imbal hasil obligasi tenor pendek akan turun (karena harga naik) disertai penguatan mata uang USD.
 
3.     Tekanan jual terbesar datang dari investor global yang memiliki exposure pada bursa saham Indonesia. Sebagai contoh adalah ETF Market Vectors Indonesia (IDX US).
 
4.     Dari sisi mata uang, Rupiah mengalami pelemahan ke level 9200-9300 terhadap USD dibandingkan dengan level 8400-8500 di awal Agustus lalu. Salah satu faktor pemicu adalah tingginya permintaan USD. Situasi yang tidak menentu di Eropa menyebabkan pihak kreditur Amerika semakin lebih berhati-hati di dalam meminjamkan USD kepada counterparty mereka di Eropa. Akibatnya, para pengelola keuangan Eropa melirik portofolio mereka di Asia guna mencukupi kebutuhan USD mereka.
 
5.     Bursa Indonesia merupakan salah satu bursa dengan kinerja terbaik di Asia, saatnya bagi mereka untuk profit taking. Ditambah dengan sikap berjaga-jaga jika terjadi permintaan redemption dari nasabah mereka, permintaan USD pun akhirnya menjadi tinggi. Imbasnya adalah permintaan atau bidding untuk Non Deliverable Forwards (NDF) yang bertujuan untuk lindung-nilai (hedging) risiko mata uang pun menjadi tinggi.
 
6.     Melihat latar belakang ini, pasar modal Indonesia dan Rupiah diperkirakan terimbas negatif namun lebih ke jangka pendek. Secara fundamental, Indonesia masih diminati beli investor. ADB (Asian Development Bank) meningkatkan proyeksi pertumbuhan PDB Indonesia dari 6.6% tahun ini, dan 6.8% untuk tahun 2012 berdasarkan investasi untuk tahun depan.
 
7.     Faktor pendukung pertumbuhan PDB Indonesia di tengah skenario resesi global, antara lain:
 
1.     Rasio ekspor dibandingkan PDB Indonesia lebih rendah saat ini yaitu sebesar 21% dibanding tahun 2008 sebesar 30%.
2.     Secara natural, inflasi yang relatif rendah (diperkirakan di kisaran 5% tahun ini dan tahun depan) memberi ruang bagi BI dan pemerintah untuk menurunkan suku bunga dan melakukan stimulus fiskal (pro-growth policy).
3.     Sisa anggaran APBN sebesar Rp 235 triliun bila dibelanjakan ke pembangunan infrastruktur juga bisa mengangkat pertumbuhan PDB hingga 4-5%.

 


 

News Flash, 23 September 2011

Schroders Market Review

Sehubungan dengan berita akhir – akhir ini mengenai krisis ekonomi yang diprediksikan akan melanda Eropa, hal tersebut akan mempengaruhi kondisi pasar internasional dan juga pasar di Indonesia maupun. Berikut adalah ‎evaluasi Schroders terhadap kondisi pasar saat ini:

 

  1. Kejatuhan IHSG dan rupiah lebih karena faktor teknis dan sentimen, dipicu oleh pemburukan kondisi Eropa. Fundamental pasar dan ekonomi Indonesia relatif tidak berubah

 

  1. Sekarang valuasi IHSG lebih atraktif dibanding regional

 

  1. Rentang fluktuasi indeks dan rupiah akan makin lebar karena volatilitas pasar Eropa dan USA

 

  1. Tetap fokus pada investasi jangka panjang, "buy on fundamentals", dan jangan terpengaruh   oleh volatilitas tajam dalam 1-2 bulan kedepan ini;

 

  1. Bila ingin tetap invest, lakukan "rupiah averaging", dengan frekuensi subscription lebih sering tapi dengan volume yang lebih kecil, dengan tujuan memaksimalkan jumlah unit pada saat valuasi yang lebih atraktif ini.

 

 


 

  

News Flash, 26 Agustus, 2011

Grup CBA Meraih Tahun yang Sukses dan  Terus Memperluas Bisnis di Pasar Asia

CBA (Commonwealth Bank of Australia) mengumumkan laba kas bersih setelah pajak sebesar   $ 6.835 juta, naik 12% pada tahun keuangan sebelumnya. Semua unit bisnis Grup CBA memberikan kontribusi kuat terhadap hasil keseluruhan yang sangat baik. IFS (Internasional Financial Services) kembali menampilkan kinerja yang kuat, NPAT (Net Profit After Tax) tumbuh 18% (dalam AUD) pada tahun keuangan sebelumnya. Hasil ini bahkan lebih mengesankan ketika realisasinya setara dengan peningkatan keuntungan sebesar 36%.

Hasil keuangan bisnis CBA Cina juga sangat mengesankan, peningkatan laba dibandingkan tahun lalu. Tingkat investasi yang dibuat ke dalam pengembangan dari tiga bank daerah dan membangun BoCommLife.

Di Indonesia, Commonwealth Life kembali mengangkat hasil keuntungan lebih dari tahun sebelumnya dan terus menjadi salah satu bintang bisnis Grup CBA dari perspektif ROE (Return on Equity). Commonwealth Bank kembali dengan hasil yang kurang baik dibandingkan dengan FY10 (Financial Year 2010) namun kinerja keuangan mereka kuat ketika Anda memperhitungkan tingkat reinvestasi ke dalam bisnis, dan tingkat fantastis pertumbuhan yang terjadi. di wilayah seperti UKM dan muncul wealth business.

Cabang kota Ho Chi Minh naik 63% dalam jumlah pelanggan dan pinjaman yang kuat dan pertumbuhan deposito. Mumbai masih dalam awal pengembangan, tetapi juga secara signifikan mengungguli anggaran keuangan dan penyampaian bisnisnya

Hal ini mengakibatkan pendapatan bunga bersih, pendapatan asuransi dan jumlah nasabah pengusaha naik 29%, 18% dan 27% masing-masing pada tahun keuangan sebelumnya. Selain itu, Network CBA di Asia tumbuh 16% dengan cabang baru di dua negara dan tiga bank daerah baru di China. Secara keseluruhan, satu lagi  tahun yang sangat sukses dengan hasil yang baik.

 


 

News Flash, 30 Juni 2011

Reksa Dana Pendapatan Tetap Kinclong

Pertumbuhan reksa dana pendapatan tetap mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan dengan reksa dana lain pada 5 bulan pertama tahun ini. Pertumbuhan reksa dana pendapatan tetap tumbuh 4,25% pada periode 31 Desember 2010 hingga 31 Mei 2011, dan reksa dana campuran 2,42%.

Reksa dana saham dan reksa dana campuran memberi imbal hasil (return) lebih rendah dibandingkan dengan investasi reksa dana pendapatan tetap. Hal itu disebabkan karena pergerakan saham yang cenderung melemah dibandingkan dengan penutupan pada 2010.

Indeks obligasi juga sempat mengalami penurunan, meski tidak terlalu dalam, kondisi tersebut memberi imbas positif terhadap kinerja reksa dana pendapatan tetap yang memberikan return lebih tinggi apabila pasar kembali menguat.

Kinerja reksa dana pendapatan tetap tercatat tumbuh 4,25%, sedangkan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) 3,6%. Adapun kinerja reksa dana campuran berada dibawah kinerja IHSG hanya 2,42% sedangkan kinerja reksa dana saham 1%.

*Diambil dari Bisnis Indonesia, 22 Juni 2011

  


  

News Flash, 26 April 2011

Kinerja Keuangan Commonwealth Life di Tahun 2010

Sepanjang tahun 2010, kinerja keuangan Commonwealth Life semakin kokoh. Total pendapatan premi kotor perusahaan adalah sebesar Rp 1,21 triliun, naik 74% dari tahun 2009, sedangkan total pendapatan premi bersih adalah Rp 1,18 triliun, naik 76%. Peningkatan yang tinggi ini didukung oleh penjualan unit link yang meningkat 103% dibanding tahun 2009.

Total aset perusahaan adalah Rp 3,4 triliun, naik 30% dari tahun sebelumnya. Sedangkan total klaim dan manfaat adalah sebesar Rp 498 miliar yang dibayarkan kepada lebih dari 3.000 nasabah baik individu maupun grup. Hal ini membuktikan bahwa Commonwealth Life telah membayarkan 95% dari semua klaim yang masuk.

Laba bersih perusahaan mencapai Rp 148,1 miliar, naik 28% dibandingkan tahun 2009. RBC atau tingkat kecukupan modal perusahaan adalah 609% dari yang dipersyaratkan pemerintah sebesar 120%. Artinya kemampuan perusahaan untuk melakukan perlindungan atas risiko yang mungkin timbul adalah 5x lebih besar dari yang dipersyaratkan.

News Flash, 14 Maret 2011

Ambil Keuntungan dari Investasi Unit Link

Jika Anda berniat berinvenstasi di unit link, ada beberapa tips yang patut dipertimbangkan dalam memilih Product unit link. Sebelum membeli Product unit link, sebaiknya Anda memilih jenis unit link yang sesuai dengan profil pribadi Anda. Nasabah konservatif jangan memilih unit link dana saham (equity), sebab indeks saham selalu fluktuaktif sehingga bisa mempengaruhi naik turunnya dana investasi, sebaliknya nasabah agresif jangan memilih tipe fixed income.

Product unit link terbagi beberapa jenis. Pertama cash fund unit link atau unit link pasar uang yang menempatkan portofolio investasi pada instrumen pasar uang seperti deposito berjangka, SBI dan surat hutang jangka pendek. Bagi Anda yang tidak ingin resiko besar bisa memilih jenis unit link tersebut.

Jenis kedua yaitu fixed income unit link atau unit link pendapatan tetap. Komposisi dana investasi dana nasabah akan difokuskan minimal 80% di instrumen obligasi. Jenis ini bagi nasabah yang ingin keuntungan pada tingkat bunga optimal namun tetap mengutamakan pendapatan yang stabil dan konsisten.

Jenis ketiga yaitu managed unit link atau unit link pendapatan campuran, yang biasanya menempatkan dana nasabah pada saham minimal 80%. Bagi Anda yang ingin keuntungan investasi maksimal dan berani mengambil resiko tinggi dapat memilih investasi tersebut.

Setelah mengetahui jenis – jenis unit link, nasabah disarankan membeli unit link dari perusahaan asuransi yang sehat, besar dan terpercaya. Lihat juga apakah mengambil klaim di perusahaan itu sulit atau mudah. Kemudian pelajari ilustrasi Product unit link yang ditawarkan dan yang terakhir perhatikan besaran return atau tingkat pengembalian hasil investasi.

*Diambil dari kontan.co.id, 11 Februari 2011

News Flash, 11 Februari 2011

Prospek Cerah Berinvestasi di Reksadana

Pertumbuhan kredit yang tinggi, bertambahnya belanja infrastruktur, dan pergerakan harga komoditas dapat memicu kejutan positif atas hasil pendapatan emiten selama 2011.

Menurut proyeksi Asian Development Bank, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dapat naik menjadi 6,5% di 2011, dan berpeluang tumbuh rata-rata 7% selama 2012-2014, seiring masih banyaknya faktor positif yang sangat mendukung.

Pertama, Indonesia masih dalam tahap awal siklus kredit dimana kredit masih bertumbuh. Sejak terjadinya krisis global di tahun 2008, pertumbuhan kredit perbankan baru mulai meningkat dari 10% di 2009 menjadi 22% di 2010. Dengan sehatnya neraca dan posisi likuiditas perbankan, siklus pertumbuhan kredit yang tinggi masih dapat bertahan beberapa tahun ke depan. BI memperkirakan pertumbuhan kredit sebesar 20-23% di sepanjang 2011 dapat tercapai.

Selain itu, negara kita mempunyai kekuatan ekonomi domestik yang kuat ditopang oleh pertumbuhan konsumsi yang cepat. Perlu diketahui juga bahwa konsumsi domestik menyumbangkan dua per tiga dari PDB nasional, sedangkan investasi dan net ekspor berkontribusi masing-masing sebesar 23% dan 11%.

* Diambil dari BNP Paribas News Flash

News Flash, 17 Januari 2011

Optimisme Bursa Saham di 2011

Di tahun 2010, pasar modal dan obligasi di Indonesia menunjukkan kinerja luar biasa. Dan di tahun 2011 jika sesuai ekspektasi dan corporate earnings tumbuh sebesar 18% tahun ini, maka PE pasar saat ini memang sesuai. Di saat pertumbuhan real earnings mengalahkan ekspektasi pasar, maka pasar akan lari dan menyesuaikan dengan tingkat indeks yang baru. Diprediksi akan ada peningkatan dalam waktu dekat.

Penanaman modal asing (PMA) akan masuk dan memberikan suntikan dana yang signifikan besarnya bagi perekonomian Indonesia. Dengan masuknya PMA dan adanya pembangunan infrastruktur yang dijanjikan pemerintah, kami yakin ekonomi Indonesia pada 2011 akan mengalami peningkatan. Masuknya PMA akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan penghasilan masyarakat.

Kalaupun pasar bergejolak karena investor asing mengambil keuntungan, maka efeknya tidak akan lama. Kuatnya ekonomi Indonesia pada akhirnya akan terlihat dan investor akan menyadari bahwa pasar modal kita mampu bertahan setelah krisis Asia. Namun di satu sisi, risiko keluarnya investor asing yang ingin mengambil keuntungan dari pasar saham dan obligasi yang telah lari selama beberapa tahun akan tetap ada.

Jika GDP tahun depan diatas USD 3.000 maka tingkat konsumsi Indonesia akan meningkat. Namun dampak negatifnya adalah meningkatnya porsi hutang dan tingkat penetrasi KPR di Indonesia yang jauh dari tingkat rata-rata. Tapi, Ini hanyalah awal dari siklus ekonomi yang sangat baik.

* Diambil dari FSII News Flash

News Flash, 28 Desember 2010

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2011 Bakal Lebih Kencang

Pada 2011 perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih cepat lagi dibandingkan pertumbuhan ekonomi di tahun di 2010 yang rata – rata pertumbuhannya mencapai 6%. Daya beli di Indonesia cukup kuat, belanja pemerintah cukup bagus dan defisit juga terjaga dengan baik.

Indonesia diyakini oleh banyak pihak telah menjadi kekuatan ekonomi dunia di urutan ke-13 dan akan menempati nomor sembilan pada 2015 kemudian diharapkan menjadi nomor lima pada 2030. Ada beberapa sektor yang akan bergerak sangat luar biasa, yakni otomotif, media, jasa keuangan, ritel, dan kesehatan.

Beberapa resiko yang harus diwaspadai pada tahun depan yaitu tekanan capital inflow yang diperkirakan lebih besar, tingginya harga bahan makanan, harga minyak mentah dunia, stabilitas tingkat inflasi dan BI Rate.

Pertumbuhan ekonomi tersebut mempengaruhi proyeksi pertumbuhan industri asuransi nasional. Industri asuransi nasional pada 2011 tetap tumbuh positif, proyeksi pertumbuhan industri pada asuransi jiwa mencapai 40%. Regulator sedang menyiapkan insentif berupa regulasi yang dapat mendongkrak pertumbuhan industri asuransi pada 2011.

* Diambil dari Bisnis Indonesia, 30 November & 1 Desember 2010

News Flash, 16 september 2010

Harga Unit Harian Investra dan Commlink di Bloomberg

Kini untuk memberikan kemudahan kepada para Investor Commonwealth Life (Nasabah, Sales Force, Karyawan, Business Partner, dll) dalam memantau harga unit harian Investra dan CommLink, selain melalui website perusahaan (www.commlife.co.id), koran Bisnis Indonesia dan Investor Daily, kini Anda juga dapat mengakses www.bloomberg.com

Berikut adalah langkah-langkah untuk mengakses web tersebut:

  1. Kunjungi www.bloomberg.com
  2. Isi kolom Search Quotes and News pada bagian kanan atas dengan kode jenis fund yang dicari – kode terdiri dari 7 karakter
  3. Lihat kode masing-masing dibawah ini:

    Investra: Code
    Commonwealth Life Investra Balanced Target Fund CLBALTG:IJ
    Commonwealth Life Investra Bond Fund CLBOND1:IJ
    Commonwealth Life Investra Balanced Progressive Fund CLBLPRO:IJ
    Commonwealth Life Investra Equity Syariah Fund CLEQSYA:IJ
    Commonwealth Life Investra Money Market Plus Fund CLMOMAP:IJ
    Commonwealth Life Investra Balanced Fund CLBLAN1:IJ
    Commonwealth Life Investra Equity Fund CLEQUT1:IJ
    Commonwealth Life Investra Equity Income Fund CLEQINC:IJ
    Commonwealth Life Investra Equity Infrastructure Fund CLEQINF:IJ
    Commonwealth Life Investra Equity Dynamic Fund CLEQDYN:IJ
    Commonwealth Life Investra Balanced Syariah Fund CLBLSYA:IJ
       
    CommLink Code
    CommLink Aggressive CLKAGGR:IJ
    CommLink Moderate CLMODRT:IJ
    CommLink Conservative CLCONSV:IJ
  4. Contoh untuk mencari jenis fund Commonwealth Life Investra Balanced Target Fund, cukup ketik CLBALTG:IJ. IJ dibelakang kode adalah country code untuk Indonesia - jangan lupa tanda : nya
  5. Tekan Enter
  6. Pada layar akan tampil ticker jenis fund yang dimaksud serta snapshot serta performance 1 tahun ke belakang.
  7. Begitu seterusnya untuk melihat jenis fund lainnya.

News Flash, 1 September 2010

Hari Pelanggan Nasional

Hari Pelanggan Nasional adalah hari dimana setiap perusahaan dapat merenungkan secara mendalam mengenai pelanggan mereka dan hari yang secara khusus didekasikan kepada pelanggan di seluruh Indonesia sebagai penghargaan dari perusahaan untuk pelanggan setianya. Tujuan Hari Pelanggan tersebut yaitu untuk memperbaharui komitmen perusahaan terhadap pembentukan budaya perusahaan dalam menjadikan pelanggan sebagai sentral dari aktifitas perusahaan. Hari Pelanggan Nasional tersebut dicanangkan tanggal 4 September 2003 yang diresmikan oleh mantan Presiden Megawati Soekarno Putri.

Bagi Commonwealth Life, penghargaan untuk nasabah setianya tidak hanya didedikasikan dalam satu hari saja. Commonwealth Life tidak pernah berhenti mewujudkan komitmennya untuk menjadi perusahaan penyedia pelayanan asuransi jiwa terbaik di Indonesia, yang terbaik dalam hal pelayanan pelanggan. Komitmen tanpa henti ini juga telah dianugerahi berbagai penghargaan yang diraih oleh Commonwealth Life sepanjang tahu 2010 seperti Call Center Award 2010 for Service Excellence, Investor Award, dan Infobank Award dengan predikat “Sangat Bagus”.

* Diambil dari www.haripelanggan.com

News Flash, 23 Agustus 2010

Memilih Agen Profesional

Pentingnya arti asuransi yang mencakup perencanaan dana hari tua, Education anak, proteksi income, dan jaminan kesehatan mulai banyak disadari masyarakat luas. Dengan itu masyarakat dihadapkan pada berbagai pilihan perusahaan, Product yang berbagai macam ragamnya, ditambah pilihan agen yang begitu banyak. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan pilihan asuransi, yang pertama pilihlah perusahaan asuransi yang terpercaya dan kredibilitas yang baik. Kemudian yang kedua adalah tentukan jenis Product asuransi yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan. Dan yang terakhir adalah pilihlah agen asuransi yang profesional agar bisa mendapatkan nasihat – nasihat yang terbaik dan tepat guna.

Selanjutnya untuk memilih agen yang profesional perlu diperhatikan beberapa ciri – cirinya yaitu yang pertama adalah memiliki integritas tinggi dan selalu menempatkan dirinya sebagai seorang perencana keuangan yang terpercaya. Kemudian yang kedua adalah dengan memiliki komitmen tinggi untuk selalu mengutamakan kepentingan nasabah dan selalu memberikan pelayanan terbaik. Dan yang terkahir adalah agen selalu meng-update dirinya dengan senantiasa belajar untuk menambah ilmu, pengetahuan, wawasan, ketrampilan demi pengembangan diri sehingga dapat memberikan saran – saran yang terbaik dan up to date.

*Diambil dari Investor Magazine, Agustus 2010

News Flash, 14 Juni 2010

Commonwealth Life Menghadirkan COMM CI 50 Plus

Kepedulian Commonwealth Life akan kesehatan masyarakat Indonesia ditunjukkan dengan peluncuran Services asuransi tambahan COMM CI 50 Plus pada 1 Juni 2010 oleh jajaran Direksi Commonwealth Life.

Product ini merupakan inovasi yang dirancang oleh divisi Sales untuk memberikan perlindungan finansial kepada nasabah apabila terdiagnosa penyakit kritis. COMM CI 50 Plus memberikan perlindungan terhadap 53 jenis penyakit kritis yang diantaranya merupakan 10 penyakit kritis utama, seperti: kanker, serangan jantung, stroke, penyakit arteri koronaria yang mensyaratkan pembedahan, gagal ginjal, pencangkokan organ tubuh utama, kelumpuhan, kebutaan, operasi katup jantung, dan operasi pembuluh Aorta.

Salah satu keistimewaannya adalah adanya uang pertanggungan 100% yang dapat digunakan sebagai biaya pengobatan dan perawatan jika Nasabah menderita salah satu dari 53 penyakit kritis dan manfaat tambahan 50% untuk 10 penyakit kritis utama.

Photo caption: (kiri ke kanan) Agus Setiawan (CFO and Technical Director), Tony Cook (Operational Director), David Ng (Agency Sales Director), Simon Bennett (President Director)

News Flash, 18 Mei 2010

Asuransi Asing Semakin Berkembang

Dengan kehadiran dan keberadaan pemain asing di industri asuransi nasional, baik jiwa dan asuransi umum yang semakin berkembang membuat sejumlah investor asing berencana untuk memasuki industri ini.

Asuransi analis Herris B Simandjuntak mengatakan bahwa kehadiran pemain asing perlu diantasipasi oleh setiap pelaku asuransi lokal perlu mengantisipasi karena dapat menjadi ancaman serius bagi pemain lokal.

Satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah dengan memperkuat basis bisnis dari perusahaan lokal yang ada. Hal ini dapat ditempuh melalui jalan peningkatan modal seperti arahan pemerintah. Selain itu, dari pernyataan langsung dari pemerintah kepemilikan saham pihak asing terbatas hanya sebesar 80% ketika pendirian perusahaan asuransi. Namun, kepemilikan asing dapat ditingkatkan tanpa batasan langsung sesuai dengan operasi perusahaan.

Oleh karena itu, menurutnya perusahaan asuransi lokal harus lebih kreatif dan pemerintah juga perlu mempersiapkan strategi khusus untuk mengembangkan perusahaan-perusahaan lokal.

Premi Asuransi Syariah Berpotensi Tumbuh 150%News Flash, 22 April 2010

Pemerintah Bentuk Lembaga Penjaminan Polis

Regulator segera merealisasikan lembaga penjaminan polis asuransi guna memberikan proteksi terhadap Product pertanggungan di Tanah Air. Ketua badan Pengawas Pasar Modal dan lembaga Keuangan (Bapepam – LK) Ahmad Fuad Rahmany mengatakan pembentukan lembaga tersebut akan berfungsi sama seperti Lembaga Penjaminan Simpanan yang menjamin nasabah bank.

Lembaga Penjaminan Polis Asuransi berfungsi untuk menjamin dana pemegang polis secara keseluruhan terhadap risiko yang akan terjadi. Tujuannya adalah untuk menghindari setiap tindakan penipuan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang tidak bermoral, terutama untuk Product asuransi yang menjanjikan hasil tinggi.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 81/2008 sebagai revisi ketiga dari Peraturan Pemerintah No.73/1992 tentang pengelolaan bisnis asuransi secara keseluruhan, perusahaan membutuhkan modal minimal Rp 40 miliar di tahun 2010 dan Rp 100 miliar pada tahun 2010.

* Diambil dari Bisnis Indonesia, 22 April 2010.

News Flash, 8 Maret 2010

Nasabah Diwajibkan Uji Tuntas

Untuk mengantisipasi pencucian uang dan terorisme, calon nasabah asuransi, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan yang mengandung resiko wajib melalui proses uji tuntas (due diligence). Untuk mendukung langkah tersebut Sri Mulyani Indrawati menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 30/PMK.010/2010 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi LNKB. Peraturan ini dipublikasikan di Jakarta pada tanggal 18 Februari 2010. Pemerintah menterbitkan regulasi ini untuk memenuhi prinsip kenali nasabah (know your customer).

Semua LNKB wajib membentuk unit khusus yang bertugas melakukan penelitian dan pemeriksaan identitas calon nasabah mereka dan memastikan bahwa dana yang digunakan bukan untuk pencucian uang atau pendanaan kegiatan terorisme. LNKB tidak hanya wajib mewawancarai dan meminta dokumen nasabah, tetapi juga harus memeriksa silang semua informasi yang disampaikan calon nasabah. Identifikasi dan verifikasi dokumen calon nasabah harus ditingkatkan menjadi uji tuntas yang lebih ketat bagi nasabah yang berisiko tinggi.

* Diambil dari Kompas, 19 Februari 2010

News Flash, 25 January 2010

Persaingan Bisnis Asuransi Jiwa di 2010

Memasuki awal tahun 2010, kegiatan bisnis asuransi – khususnya asuransi jiwa – menarik untuk diamati. Menurut data yang dihimpun oleh Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) per Desember 2009, terdapat 26 perusahaan asuransi jiwa – baik domestik maupun joint venture – yang menawarkan Product unit linked. Jenis Product unit linked yang ditawarkan oleh 26 perusahaan tersebut, menurut LRMA, mencapai lebih dari 250 jenis Product. Termasuk di dalamnya Product unit linked syariah, yang bahkan ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan asuransi jiwa joint venture*.

Dengan makin banyaknya perusahaan asuransi jiwa yang bermunculan berikut dengan beragam jenis Product unit linked yang mereka tawarkan, persaingan bisnis di industri asuransi jiwa pun semakin ketat. Masing-masing perusahaan asuransi jiwa berlomba untuk memberikan pelayanan terbaik bagi Nasabahnya.

Tanpa terkecuali Commonwealth Life. Usaha untuk memberikan pelayanan terbaik bagi Nasabah merupakan komitmen perusahaan yang tak pernah berubah. Membuka tahun 2010, Commonwealth Life telah membuka dua kantor agency office baru di Jakarta, yaitu di Setiabudi Building 2 dan Graha Atrium, serta satu kantor di Bandung berlokasi di Gedung Ghara International, Jl. Asia Afrika. Dengan diresmikannya ketiga agency office tersebut, Commonwealth Life berharap dapat lebih dekat dengan Nasabahnya dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi mereka.

* Diambil dari Media Asuransi Edisi Januari 2010

News Flash, 16 September 2009

Grup Commonwealth Bank of Australia Peduli Gempa Tasikmalaya

commlife_peduli.jpg

Gempa bumi yang mengguncang Tasikmalaya, Jawa Barat pada awal September lalu tidak hanya menyisakan kepanikan dan trauma; melainkan juga mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia dan luka-luka serta ribuan rumah dan bangunan rusak dan hancur. Untuk itu, sebagai wujud kepedulian perusahaan, Grup Commonwealth Bank of Australia (CBA Grup) yang diwakilkan oleh anak perusahaannya di Indonesia menyerahkan donasi sebesar AUD$ 100,000 melalui Dana Kemanusiaan Kompas untuk disalurkan kepada korban gempa di Tasikmalaya (16/9). Donasi diserahkan oleh Simon Bennett (Presiden Direktur Commonwealth Life) dan Nursing (Presiden Direktur Commonwealth Bank) dan secara langsung diterima oleh Rikard Bagun (Pemimpin Redaksi Kompas). Dana yang disumbangkan akan digunakan untuk upaya rehabilitasi pascabencana seperti pembangunan rumah dan sekolah.

News Flash, 27 Juli 2009

Inflation Link: Proteksi atas Inflasi

Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka inflasi yang cukup tinggi. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi merupakan salah satu indikator penting yang dapat memberikan informasi tentang dinamika perkembangan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Perkembangan tersebut berdampak langsung terhadap tingkat daya beli juga biaya hidup masyarakat serta perubahan nilai asset dan kewajiban serta nilai kontrak dan transaksi bisnis.

Sebagai ilustrasi, persentase tingkat inflasi Indonesia di bulan Oktober pada tahun 2006 adalah 6.29%, tahun 2007 sebesar 6.88%, dan 11.77% pada tahun 2008. Tahun ini, Bank Indonesia memprediksi inflasi bisa berada di bawah 5%. Hal ini didasarkan atas pengumuman inflasi BPS pada bulan Juni (mtm) inflasi Juni 2009 sebesar 0,11% dan inflasi tahun kalender Januari-Juni 2009 sebesar 0,21%.

Melihat tingkat inflasi yang tidak menentu tersebut, Commonwealth Life menghadirkan solusi untuk memproteksi nilai uang Anda dari inflasi melalui Inflation Link. Inflation Link merupakan fitur tambahan dari Product Investra Premier sehingga besarnya premi dan Uang Pertanggungan setiap tahun disesuaikan berdasarkan persentase Indeks Harga Konsumen (IHK) tahunan yang dihitung dari data bulanan IHK dan tingkat inflasi Indonesia yang dikeluarkan oleh BPS secara periodik. Angka perhitungan tersebut akan digunakan untuk menghitung kenaikan Uang Pertanggungan dan Premi pada tahun Polis berikutnya.

Penawaran Product Investra dengan fasilitas Inflation Link ini ditawarkan Commonwealth Life kepada Nasabah maupun calon Nasabah. Nasabah dapat memilih salah satu dari dua opsi yang ditawarkan yaitu memilih 50 % atau 100% dari presentase IHK, untuk mendapatkan investasi dan proteksi polis Anda.

Melalui fasilitas terbaru ini, Anda tidak perlu khawatir lagi nilai pertanggungan Anda akan terkikis karena inflasi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Sales Office Commonwealth Life terdekat atau Pusat Services Nasabah CommCenter (021) 2550 1234 (local access), 0804 150 1234 (national access).

News Flash, 10 Juli 2009

Kini, Kondisi Ekonomi Tidak Lagi Mempengaruhi Nilai Investasi & Uang Pertanggungan Anda

Bisnis Indonesia (10/7) mengutip pernyataan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 4,3% pada tahun ini, sedangkan tingkat inflasi diperkirakan mencapai 4%.

Akankah kondisi diatas mempengaruhi Nilai Investasi dan Uang Pertanggungan Anda?

Investra, Product Unit Link Commonwealth Life, mengerti benar kebutuhan Anda dalam menghadapi kondisi ekonomi yang berfluktuatif.

Nantikan solusinya!

News Flash, 2 Juli 2009

Liburan Ceria bersama Commonwealth Life di Bobo Fair Jakarta dan Surabaya

Commonwealth Life kembali berpartisipasi dalam Bobo Fair Jakarta (1-5 Juli 2009) di Jakarta Convention Center (JCC) dan Surabaya (8-12 Juli 2009) di Gramedia Expo. Mengangkat tema “Aku dan Teknologi”, stand Commonwealth Life menghadirkan permainan berupa Nintendo Wii yang sangat menarik untuk anak-anak yang berkunjung ke stand Commonwealth Life.

Tahun ini merupakan tahun ke-7 bagi Commonwealth Life untuk berpartisipasi dalam Bobo Fair Jakarta dan tahun ke-2 dalam Bobo Fair Surabaya. Kehadiran Commonwealth Life untuk memperkenalkan perusahaan dalam pameran ini disambut hangat oleh para pengunjung. Commonwealth Life berharap melalui acara ini kesadaran keluarga dalam berasuransi dapat meningkat untuk mewujudkan cita-cita keluarga.

Kunjungi stand Commonwealth Life pada Bobo Fair Jakarta di Jakarta Convention Center, Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta 10270, Assembly Hall – Stand No. 19 dan Surabaya di Gramedia Expo, Jl. Basuki Rachmat 93-105, Surabaya 6027 – Stand No. S8. Dapatkan hadiah menarik untuk buah hati Anda yang turut serta bermain di stand kami.

News Flash, 28 April 2009

Commonwealth Life Bekerjasama dengan Commonwealth Bank
Meluncurkan Product CommLink dan CommLink Premier

Pada tanggal 28 April 2009, Commonwealth Life bekerjasama dengan Commonwealth Bank meluncurkan Product bancassurance terbaru yaitu CommLink dan CommLink Premier. Peluncuran Product ini secara resmi ditandai dengan penandatanganan kerjasama oleh Simon Bennett (Presiden Direktur Commonwealth Life) dan Andriaan Laoh (Deputy CEO Commonwealth Bank) pada tanggal 7 Mei 2009 yang lalu di Mercantile Athletic Club Jakarta.

Selain Product bancassurance sebelumnya, CommCare dan Life Privilege, Product CommLink dan CommLink Premier yang ditujukan untuk nasabah Commonwealth Bank ini hadir untuk semakin melengkapi kebutuhan Anda terhadap Product asuransi yang inovatif.

CommLink merupakan program yang memadukan investasi dan asuransi jiwa secara fleksibel. Dengan premi tunggal unit linked, investasi Anda akan diinvestasikan secara fund on fund dimana dana dari premi yang disetorkan Nasabah dikelola oleh beberapa fund manager yang akan memberikan imbal hasil investasi yang optimal dan resiko investasi yang terdiversifikasi secara lebih luas.

Sedangkan CommLink Premier merupakan perpaduan sempurna antara perlindungan dan investasi secara fleksibel dan seimbang. Dengan metode pembayaran yang mudah, karena langsung didebet dari rekening tabungan, Anda dan keluarga dapat merencanakan tujuan keuangan di masa depan secara bijaksana.

Untuk informasi lebih lanjut, segera hubungi Call Center Commonwealth Bank di (021) 7917 6000 atau kunjungi kantor cabang terdekat.

News Flash, 20 Maret 2009

Commonwealth Bank of Australia Masuk dalam Ranking 50 Bank Tersehat di Dunia
dan ‘20 Best Australian Brands’

Baru – baru ini, Commonwealth Bank of Australia (CBA) dinobatkan masuk dalam peringkat ke-12 dalam daftar 50 Bank Tersehat di Dunia pada Tahun 2009 yang dibuat oleh Global Finance Magazine.

Dengan menggunakan rating dari Moody’s, Standard & Poor’s dan Fitch, penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian terhadap 500 bank di dunia atas pinjaman jangka panjang dan total aset yang dimilikinya. Jospeh D. Giarraputo dari majalah tersebut mengatakan, “rating ini diberikan atas prestasi bank – bank tersebut mendemonstrasikan pendekatan yang terus – menerus dan bijaksana dalam mengelola risiko yang dihadapi”. Daftar kelima puluh bank tersebut akan dipublikasikan di Global Finance Magazine edisi April ini.

Sementara itu, pada minggu yang sama, CBA juga menerima penghargaan sebagai ‘20 Best Australian Brands’ versi Interbrand. Penghargaan ini diberikan oleh konsultan brand terkemuka dunia tersebut atas konsistensi CBA dalam melakukan cross-selling dan menawarkan beragam pilihan Product yang dibutuhkan para Nasabah. Selain itu, Interbrand juga mengikutsertakan satu kriteria penting yang menjadi pertimbangannya dalam melakukan penilaian, yaitu keberhasilan strategi yang dijalankan oleh keduapuluh perusahaan tersebut di masa krisis ekonomi.

Kedua penghargaan yang diterima ini pun seolah menjadi cerminan akan ke kekuatan serta keseriusan CBA mengembangkan bisnisnya di industri finansial tidak hanya di Australia, tetapi juga diseluruh dunia

News Flash 13 Februari 2009

Keadaan Ekonomi Indonesia Setelah Terpaan Krisis Ekonomi Global

Menjelang krisis global, kondisi ekonomi Indonesia berada pada kondisi yang baik sejak krisis di tahun 1998. Hal ini terlihat dari nilai komoditi ekspor yang terus meningkat, yang diikuti oleh peningkatan pendapatan per kapita di negara ini. Kondisi ini pun membawa angin segar hingga akhirnya pada awal 2008, angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia berada di level terendah sejak 3 tahun terakhir. rise

Ketika krisis menerpa di akhir tahun 2008, satu persatu pasar keuangan dunia mengalami kejatuhan, dan pasar investasi di Indonesia pun ikut terganggu. Jika sebelumnya pendapatan ekspor mengalami peningkatan, nilai ekspor pun turun seiring dengan turunnya harga komoditi dunia. Akhirnya, pertumbuhan perekonomian pun melambat, ketika berbagai industri di Indonesia mulai merasakan efek badai krisis ini, terutama industri manufaktur, menambah angka penganguran di Indonesia.

Namun, sementara hal ini terjadi, laju inflasi justru berkurang. Hal ini dipicu dengan turunnya harga minyak dunia, yang menyebabkan turunnya harga BBM di Indonesia di awal 2009 ini. Sebagai imbasnya, para ahli ekonomi meramalkan, fenomena ini akan ikut menurunkan harga komoditas barang sepanjang tahun 2009, yang mana akhirnya akan memberikan benefit secara internal pada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah.

Meski menjadi satu dari beberapa negara yang memasuki krisis paling akhir, Indonesia diprediksi menjadi “rombongan pertama” yang pulih. Mengapa? Harga komoditas yang menurun, diprediksi akan mulai kembali meningkat di akhir 2009 hingga akhirnya pertumbuhan ekonomi kembali membaik. Kedua, meskipun ada, penurunan pendapatan ekspor yang terjadi dirasa tidak akan memberi pengaruh besar karena pasar ekspor Indonesia tidak terlalu terekspos atau bergantung pada rendahnya permintaan konsumen di Amerika.

Ketiga, sikap pemerintah yang cukup tanggap dalam mengantisipasi krisis, dinilai lebih cepat dari berbagai pemerintahan negara lainnya. Sebelum krisis terjadi semakin jauh, pemerintah melalui Departemen Keuangan telah menerapkan berbagai program untuk menjaga kondisi finansial dari dalam, mulai dari memotong suku bunga dan pajak, meningkatkan jaminan deposito, menjaga kelangsungan investasi para investor di sektor infrastruktur, dan sebagainya.

Atas berbagai tindakan pemerintah ini, masyarakat pun tidak perlu khawatir untuk menanamkan investasi jangka panjangnya di pasar Indonesia. Karena Indonesia menerima imbas krisis ketika berada dalam posisi ekonomi yang kuat, hingga akhirnya pemerintah menjalankan berbagai tindakan preventif sebelum krisis terjadi.

Mari, buanglah rasa khawatir Anda dan mari berinvestasi!

News Flash 5 Januari 2009

Kilas Balik Kinerja Investasi 2008 serta Peluang & Strategi Investasi 2009 - Catatan FSII

Andai seorang investor tertidur sejak awal tahun dan baru terbangun pada akhir tahun 2008 ini, maka besar kemungkinan ia akan terkejut melihat kinerja investasi pada tahun ini. Berikut ini adalah kilas balik pasar investasi sepanjang tahun 2008 serta kiat berinvestasi untuk tahun 2009. Berikut petikan wawancara investor tersebut dengan Manajer Investasi tersebut.

Tanya (T): Bagaimana kondisi investasi sepanjang tahun 2008?
Jawab (J): Sepanjang tahun ini telah terjadi krisis keuangan global yang dimulai dengan krisis pinjaman perumahan di Amerika Serikat (AS) yang berdampak langsung pada pasar modal dunia dan pada akhirnya membawa perlemahan perekonomian dunia. Kinerja pasar modal dunia turun lebih dari 30% dan diikuti oleh penurunan harga komoditas karena berkurangnya permintaan akibat dari pelemahan perekonomian dunia. Penurunan harga komoditas ini membuat ekspektasi inflasi dunia untuk tahun ini dan tahun depan akan rendah sehingga memberikan ruang bagi bank sentral seluruh dunia untuk menurunkan suku bunga sebagai upaya untuk mempertahankan kinerja perekonomian negaranya.

T: Bagaimana pengaruhnya terhadap pasar modal dan perekonomian Indonesia?
J: Pasar modal adalah pasar pertama yang terkena dampak dari krisis keuangan global ini. Penurunan kinerja di pasar modal, nilai tukar, dan obligasi yang mengalami penurunan masing-masing lebih dari 50%, 20%, dan 10%, yang terutama disebabkan oleh tingginya tekanan jual dari para investor asing. Dampak pada perekonomian baru mulai terlihat pada kuartal keempat tahun ini dimana kinerja ekspor mengalami penurunan terutama ekspor ke AS. Sedangkan sektor lain seperti konsumer, perbankan serta industri masih memberikan hasil yang positif seperti terlihat dari laporan triwulanan emiten di Indonesia.

T: Jadi, apa penyebab penurunan kinerja pasar modal di Indonesia?
J: Seperti telah diuraikan di atas kinerja emiten di Indonesia tidaklah seburuk emiten lain di AS misalnya, tetapi harga sahamnya turun luar biasa. Krisis keuangan global membuat para investor mengalihkan aset investasi beresiko tinggi seperti saham ke aset yang dianggap aman seperti US Dollar. Jadi secara singkat penurunan kinerja pasar modal kita bukanlah disebabkan oleh faktor fundamental tetapi lebih karena sentimen. Oleh karenanya kami melihat kondisi pasar modal saat ini sangat menarik bagi investor, terutama bagi investor yang memiliki Vision investasi jangka panjang, karena dapat membeli aset investasi berkualitas dengan harga “murah”.

T: Bagaimana dengan prospek investasi tahun depan?
J: Pelemahan perekonomian global masih akan mewarnai tahun 2009, dan akan memberi dampak kepada kinerja sektor riil di Indonesia, walau tidak akan separah yang terjadi di AS. Beberapa sektor industri justru akan memperoleh manfaat dari pelemahan perekonomian global ini, dimana turunnya harga komoditas akan membuat penurunan suku bunga global. Pasar obligasi, emiten yang bergerak di sektor konsumer kelas bawah, infrastruktur, serta perbankan akan menerima dampak positif dan akan menjadi sarana investasi menarik di tahun depan.

T: Jadi strategi investasi apa yang paling baik di tahun 2009?
J: Sebagai seorang investor, apalagi investor jangka panjang amatlah disarankan untuk melakukan perencanaan keuangan sebelum melakukan investasi, sehingga tidak terburu-buru dalam melakukan investasi. Dalam perencanaan keuangan tujuan investasi harus ditentukan terlebih dahulu, baru kelas aset yang dipilih sesuai dengan tujuan serta tingkat resiko investor itu sendiri. Setelah itu jangan lupa melakukan diversifikasi investasi ke beberapa kelas aset yang berbeda sifatnya untuk mengurangi resiko investasi. Hal lain yang dapat dilakukan untuk memperkecil resiko investasi juga dengan melakukan pembelian secara berkala atau “dollar cost averaging”.

T: Sebagai investor menghadapi kondisi seperti ini apa yang harus dilakukan?
J: Gejolak harga yang terjadi di tahun ini telah merubah nilai dan komposisi portofolio investasi investor, dan oleh karenanya kami sangat menyarankan agar investor me-review kembali portofolio investasinya dan memastikan bahwa komposisi portofolio investasi Anda saat ini masih sesuai dengan tujuan investasi yang telah Anda rencanakan:

  1. Jika memang porsi investasi masih kecil, maka dapat disarankan untuk menambah porsi investasi di saat pasar yang sedang terkoreksi cukup dalam.
  2. Jika memang dirasa porsi investasi sudah cukup, maka tidak disarankan untuk menambah porsi investasinya.
  3. Jika posisi investasi terlalu besar, maka disarankan untuk disesuaikan dengan tujuan investasi terdahulu.

T: Apakah trading dalam kondisi pasar seperti ini sangat baik?
J: Teorinya memang trading dapat memberikan tingkat pengembalian tinggi dalam jangka pendek; namun demikian resiko investasi yang ditanggung juga sangat tinggi. Jika Anda seorang “market timer” yang handal, memiliki disiplin yang tinggi, memiliki prasarana dan sarana untuk melakukan hal tersebut, maka Anda dapat memanfaatkan volatilitas harga pasar melalui trading. Bagi investor yang tidak memiliki hal-hal tersebut, kami sarankan Anda untuk menjadi investor jangka panjang; karena trading justru dapat memperkecil hasil investasi akibat adanya biaya transaksi serta resiko pasar yang saat ini cukup tinggi.

T: Apakah “switching” disarankan pada saat seperti ini?
J: Semuanya tergantung dari kebutuhan investor itu sendiri. Setiap Product memiliki feature dan tujuan investasi yang berbeda sehingga dalam melakukan switching perlu pula disesuaikan dengan tujuan investasi investor itu sendiri. Oleh karena tujuan investasi bersifat jangka panjang jangan sampai kondisi jangka pendek ini dapat mengubah tujuan jangka panjang investor.

T: Bagaimana memperkecil resiko investasi dalam kondisi pasar seperti ini?
J: Strategi untuk memperkecil resiko investasi adalah sebenarnya tidak tergantung kepada kondisi pasar tetapi justru kesiapan investor dalam merencanakan keuangannya seperti:

  1. Mempunyai tujuan jangka panjang: Adanya konsep bunga berbunga membantu investor untuk dapat memperkecil alokasi investasi saat ini. Selain itu jangka waktu yang panjang juga membantu investor terhadap resiko pasar yang senantiasa berubah.
  2. Melakukan diversifikasi investasi: Karena setiap kelas aset investasi mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, maka memiliki beberapa kelas aset berbeda atau diversifikasi dapat mengurangi resiko investasi. Ingat motto dalam berinvestasi “don’t put your eggs in one basket”.
  3. Berinvestasi secara reguler atau bertahap: Berinvestasi secara reguler atau bertahap sering juga dikenal dengan “dollar cost averaging” tidak saja mengurangi resiko investasi karena membeli dengan harga yang beragam tetapi juga pada saat yang sama mendisiplinkan diri untuk terus berinvestasi walau kondisi tidak baik. Kembali kita harus ingat bahwa peluang sukses dalam berinvestasi adalah “outperformance comes from pessimism”
  4. Evaluasi kinerja investasi secara berkala: Lakukan evaluasi, namun jangan terlalu sering, karena justru dapat mempengaruhi tujuan investasi jangka panjang investor. Kami sarankan agar kinerja investasi dievaluasi setidak-tidaknya 6 bulan sekali atau bahkan 1 tahun sekali, karena kembali tujuan investasi investor rasanya tidak akan berubah setiap hari atau bulanan.

T: Apakah yang dimaksud dengan konsep bunga berbunga?
J: Konsep bunga berbunga mungkin terasa asing, tetapi sebenarnya sangat sederhana pengertiannya dan jarang kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ada formula sederhana untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan atau berapa suku bunga pertahun yang dibutuhkan untuk menggandakan uang investor menggunakan rumus 72. Caranya adalah 72 dibagi dengan jangka waktu atau bunga pertahun hasilnya sama dengan bunga pertahun atau jangka waktu yang dibutuhkan untuk menggandakan uang investor. Contoh jika jangka waktu yang ada adalah 10 tahun, maka diperlukan bunga pertahun sekitar 7,2% atau jika suku bunga pertahun adalah 20% maka dibutuhkan waktu 3,6 tahun.

News Flash 26 November 2008

Kinerja Commonwealth Bank of Australia (CBA)

Ditengah situasi pasar keuangan dunia saat ini sedang tidak kondusif, kinerja bisnis Commonwealth Bank of Australia (CBA) tetap kuat.

CBA :

  • Tetap memperoleh rating kredit internasional AA – satu diantara hanya 20 bank di dunia yang memperoleh predikat rating yang sama
  • Memiliki asset likuid (harta yang mudah dicairkan) yang sehat senilai AUD$ 66 miliar
  • Menguasai pangsa pasar sebesar 30% pada household deposits, lebih besar dua kali lipat dibandingkan kompetitor di Australia.
  • Mengalami pertumbuhan saldo deposito terkuat selama 12 bulan terakhir diantara bank-bank di Australia, senilai 34%
  • Terus meningkatkan pangsa pasar kredit pinjaman rumah selama 18 bulan berturut-turut
  • Memiliki rasio modal lapis pertama sebesar 7,5% (Senilai 11% standard FSA), tertinggi di antara bank-bank kompetitor di Australia dan sebagian besar Eropa

Sebagaimana telah dilaporkan dalam Annual General Meeting di Melbourne pada awal November lalu, secara umum keadaan saat ini akan berdampak pada penurunan perkiraan hasil kinerja semester pertama 2008/2009. Hal ini disebabkan oleh kasus ’Lehman Brothers’, ’Allco Finance Group Limited’, dan ’ABC Learning Centres Limited’.

Di CBA juga tidak terjadi kasus kredit yang menyeluruh, dan kualitas kredit secara umum pada divisi konsumen dan komersial tetap baik.

CBA terus menjaga kehati-hatiannya dalam situasi ekonomi saat ini, dengan menekankan modal, funding dan posisi likuiditas yang kuat

Sementara kondisi ekonomi Australia relatif kuat, aktivitas ekonomi domestik memang berjalan perlahan, namun demikian Komisaris CBA John Schubert telah meyakinkan pasar bahwa CBA memiliki kinerja keuangan terbaik diantara kompetitornya dan akan terus berlanjut

Informasi Terkini Commonwealth Life

Klik file dibawah ini untuk mengetahui kekuatan serta kinerja Commonwealth Life dan Commonwealth Bank of Australia dalam menghadapi situasi ekonomi global.

Download News

News Flash 13 Oktober 2008

Pada hari ini, Senin 13 Oktober 2008, perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah dibuka kembali. Dengan dibukanya kembali transaksi BEI, maka perhitungan harga unit Investra hari ini, Senin, 13 Oktober 2008 akan dilakukan pada Selasa, 14 Oktober 2008 untuk tampil di website Commonwealth Life dan media pada Rabu, 15 Oktober 2008.

News Flash 9 Oktober 2008

Q&A Kondisi Suspend BEI dan Hubungannya dengan Commonwealth Life

  1. Mengapa terjadi suspend di Bursa Efek Indonesia (BEI)?
    Pada 8 Oktober 2008, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) mengalami penurunan lebih dari 10%. Berdasarkan Standar Operasional Bursa Efek Indonesia (BEI) apabila keadaan ini terjadi, maka kebijakan suspend (pemberhentian transaksi di bursa) dapat dilakukan untuk meredam turunnya harga saham yang lebih jauh. Jadi sebenarnya intervensi suspend yang dilakukan oleh BEI adalah untuk kebaikan pasar sementara.
     
  2. Berapa lama suspend ini akan terjadi?
    Hal ini tergantung dari keputusan Pemerintah. Kami akan memberikan update informasi secara berkala. Contohnya, keadaan seperti ini juga pernah terjadi saat bom di BEJ September 2000. Biasanya hal ini tidak berlangsung lama, hanya beberapa hari saja.
     
  3. Sebagai Nasabah Investra, apa yang harus saya lakukan?
    Kenali profil dan tujuan investasi Anda. Karena tujuan investasi Investra Anda adalah untuk jangka panjang, maka sebaiknya Anda tetap di pilihan Anda.
     
  4. Apakah dalam kondisi suspend saat ini saya dapat melakukan withdrawal (penarikan sebagian), redemption (penebusan), switching (pengalihan), top-up (penambahan dana investasi), re-direction (perubahan alokasi dana investasi), reinstatement (pemulihan polis)?Karena transaksi di BEI masih suspend, maka kami belum dapat memproses permintaan tersebut saat ini. Namun, permintaan Nasabah akan kami proses setelah transaksi di BEI dibuka kembali
     
  5. Jika saya membeli Investra dalam kondisi suspend, apakah manfaat proteksi jiwa sudah berlaku?
    Proteksi jiwa Anda sudah langsung berlaku sejak disetujuinya polis Anda, karena proteksi jiwa dan nilai investasi adalah hal yang berbeda.
     
  6. Pada saat kondisi suspend bagaimana dengan proses renewal polis saya?
    Proses renewal tetap berjalan seperti biasa, karena renewal adalah kewajiban Nasabah agar polis tetap berlaku. Namun untuk transaksi harga unit akan dihitung setelah masa suspend berakhir.

Pernyataan First State Investment Tanggal 8 Oktober 2008
Pernyataan First State Investment Tanggal 9 Oktober 2008
Pengumuman Bursa Efek Indonesia

 

   1    2    3    4    5