Tak Hanya Obesitas, Junk Food Juga Sebabkan Kanker

2 Oktober 2018 | 21:20

Makanan cepat saji atau junk food memang tak bisa lepas dari keseharian kita, karena rasanya yang lezat dan praktis serta harganya yang terjangkau, membuatnya diminati oleh masyarakat. Namun, tahukah Anda jika mengkonsumsi junk food secara berlebihan akan membawa dampak buruk bagi kesehatan, termasuk menjadi pemicu penyakit kanker. Mitos atau fakta anggapan ini? Sebaiknya Anda simak ulasannya.

 

Kandungan dalam Junk Food

Meskipun terlihat lezat dan mengenyangkan ternyata makanan cepat saji atau junk food memiliki kandungan yang buruk bagi kesehatan tubuh. Melansir dari situs Foxnews, terdapat tiga kandungan dalam junk food yang merusak kesehatan tubuh. Seperti mengandung kadar gula tinggi, mengandung bahan buatan, dan karbohidrat sederhana.

 

Kandungan Gula

Hampir semua kandungan gula terdapat dalam tiap makanan cepat saji. Bahkan yang memiliki cita rasa gurih sekalipun. Apabila mengkonsumsi gula dalam jumlah melebihi batas, risiko terkena diabetes dan obesitas semakin tinggi. Gula yang muncul dalam makanan cepat saji adalah fruktosa. Fruktosa inilah yang diubah oleh hati langsung menjadi lemak, seperti halnya dalam alkohol.

 

Tidak Mengandung Bahan Alami

Mungkin Anda tidak begitu memperhatikannya, padahal dalam tiap item makanan cepat saji terdiri banyak bahan pengawet, penyedap rasa, tekstur maupun warna. Kandungan bahan-bahan tersebut tidak terbuat dari makanan. Jadi sangat sedikit bahkan tidak ada manfaat gizi apapun bagi tubuh kita.

 

Karbohidrat Sederhana

Karbohidrat sederhana dapat ditemukan di hampir semua makanan cepat saji. Seperti ayam goreng, roti, kentang dan sebagainya. Karbohidrat ini cepat terurai menjadi gula. Dorongan energinya menjadi cepat, namun dalam beberapa jam kemudian Anda akan menjadi lemas. Inilah yang membuat kita ketagihan makanan cepat saji.

 

Dampak Buruk Junk Food bagi Kesehatan

Dampak buruk makanan cepat saji akan semakin buruk bila Anda tidak mengetahui atau bahkan mencegahnya. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mencegahnya sedini mungkin agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Sebaiknya pula Anda konsumsi makanan cepat saji sewajarnya.

 

Tidak hanya penyakit dalam saja, makanan cepat saji juga berdampak pada gangguan kesehatan mental seperti depresi. Ketika Anda terlalu banyak mengkonsumsi junk food, banyak perubahan hormonal yang terjadi. Terlebih bagi para remaja, mereka akan rentan mengalami perubahan suasana hati yang cepat. Kurangnya nutrisi akibat sering mengkonsumsi junk food akan meningkatkan kemungkinan depresi pada remaja hingga 58%.

 

Penyebab Kanker

Mungkin Anda sering mendengar pertanyaan makan junk food akan menyebabkan kanker. Hal tersebut memang fakta. Sebuah studi yang diterbitkan dalam European Journal of Cancer Prevention mengungkapkan jika terlalu banyak junk food menjadi penyebab penyakit kanker kolorektal. Penyebab kanker dalam junk food dipengaruhi oleh zat akriklamid yang terkandung pada makanan yang digoreng. Studi lain dari Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle, junk food berpotensi menyebabkan kanker prostat pada pria. Sedangkan bagi para wanita, berisiko menjadi penyebab kanker serviks. Hal ini dikarenakan adanya kandungan lemak tinggi, pemanis, pewarna dan bahan pengawet buatan.

Di Indonesia, seperti dituturkan oleh dr Nadia Ayu Mulansari, SpPD-KHOM dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) terdapat sekitar lebih dari 30 persen pengidap kanker ini dalam usia produktif yakni 40 tahun bahkan lebih muda.  Faktor penyebabnya selain faktor gen, yan menjadi faktor utamanya adalah gaya hidup. Termasuk mengkonsumsi junk food secara berlebihan.

Tentu Anda tidak menginginkan hal serupa terjadi pada diri Anda bukan? Mulai saat ini, terapkanlah pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi tinggi dan alami. Termasuk buah dan sayuran. Mari hidup sehat untuk hidup lebih baik.

 

 

Rekomendasi