Pimpin Tim Sebaik Mungkin

26 Januari 2017 | 00:00

Sebuah tim yang solid dan produktif, tak selamanya karena kualitas pekerja yang kreatif dan cemerlang. Namun lebih karena energi positif yang melingkupi sehingga semua anggota tim dapat memaksimalkan potensi. Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  1. Bersikap baik dan sopan.
    Kepada siapapun di dalam tim, pemimpin yang berkata-kata sopan kepada anak buahnya biasanya lebih dihargai. Jangan pelit untuk mengucapkan “minta tolong” dan “terima kasih”. Hal kecil ini mudah dikerjakan, tapi tak selalu bisa dikerjakan karena lupa, atau kebiasaan.
  2. Mendengarkan
    Dalam pembicaraan apapun kepada anggota tim, baik secara individu atau berkelompok, dengarkan mereka dengan baik. Jika perlu, buatlah catatan dan ajukan pertanyaan. Dalam perbincangan informal, tatap mata lawan bicara dan sebaiknya tak menerima telepon. Kalau pun harus menerima telepon, izin lah terlebih dahulu kepada lawan bicara.
  3. Jangan obral alasan
    Orang yang biasa mencari-cari alasan atas kerja yang tak beres tak akan dihargai di masa mendatang. Biasakan tepat waktu, baik untuk rapat ataupun dalam pekerjaan. Sikap ini akan dicontoh oleh tim dan menjadi panutan.
  4. Tahan emosi
    Setiap orang bisa mengalami hari-hari yang buruk dan karenanya jadi mudah marah. Jika Anda pemimpin, mau tak mau Anda dituntut untuk lebih sabar dan menahan emosi. Pemimpin yang selalu marah-marah cenderung diabaikan anggota timnya. Tahan emosi, dan pikirkan cara terbaik untuk menangani masalah ketimbang mengumbar kemarahan. Menjauhlah dulu dari tim, cari udara segar, atau apapun yang bisa menahan Anda untuk meledak
  5. Mau berubah
    Sikap keras kepala tak akan membawa Anda kemana-mana. Masa berganti, tim Anda mungkin beda generasi. Ada hal-hal yang bisa Anda bawa dari apa yang sudah Anda pelajari di masa lalu. Tapi berusaha mempelajari dan memahami gaya generasi saat ini juga krusial untuk dihargai sebagai pemimpin
  6. Berani minta maaf
    Ada pendapat, pemimpin yang berulang kali meminta maaf akan menimbulkan citra buruk sebagai pemimpin yang tak kompeten. Namun, tak ada salahnya minta maaf jika memang sudah berbuat salah. Karena itu, sikap hati-hati diperlukan pemimpin agar tak perlu berulang kali meminta maaf lantaran kesalahan yang diperbuat.
 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.

  • Hobby

    The Power of Giving

    Tak sedikit penelitian menyebutkan, rasa bahagia saat memberi kepada orang lain, akan membuat diri kita lebih nyaman menjalani hidup. Siapapun diri kita, apapun kondisi kita saat ini, kita selalu bisa memberi.