Beda Tahapan Kehidupan, Beda Pula Investasinya

9 Juni 2017 | 01:23

 
Sebelum mulai berinvestasi, ketahui terlebih dulu apa kebutuhan finansial Anda dalam setiap tahapan kehidupan ini. Dengan begitu, Anda dapat menentukan tujuan investasi dan mempersiapkan rencana investasi secara matang. Nah untuk memahami kebutuhan finansial Anda, perhatikan ilustrasi ini agar Anda dapat mengatur strategi berinvestasi.
 

Usia 25-35 tahun – Lulus kuliah dan mendapatkan penghasilan pertama

 

Anda baru lulus kuliah dan mendapatkan gaji pertama. Gaya hidup konsumtif masih menjadi godaan seiring dengan bertambahnya pemasukan. Di tahap ini, Anda memiliki kesempatan untuk menginvestasikan penghasilan. Sisihkan gaji Rp500 ribu tiap bulan untuk berinvestasi dengan potensi imbal hasil 10% per tahun.
 
Strategi berinvestasi: Karena biaya kebutuhan rutin masih tergolong tinggi dan belum diiringi kelebihan dana yang memadai, bijaklah mengatur pengeluaran dan mengalokasi dana investasi. Berapa pun dana yang disisihkan sangat berarti untuk pemenuhan kebutuhan di masa depan.
Anda bisa berinvestasi di reksadana saham dan reksadana campuran, atau kombinasi antara investasi dan asuransi jiwa. Instrumen-instrumen ini memiliki potensi imbal hasil yang tinggi jika diinvestasikan dalam jangka panjang.
 

Usia 35-45 tahun – Baru berkeluarga

 
Walaupun jumlah pemasukan meningkat, pengeluaran juga meningkat karena ada tanggungan keluarga dan kebutuhan makin beragam. Anda juga dianjurkan untuk memiliki investasi pembelian rumah, dana pendidikan anak, dana liburan, dana hari tua, asuransi jiwa, dan investasi dana darurat.
 
Strategi berinvestasi: Bagi yang belum berinvestasi, jangan menunda lagi untuk mulai berinvestasi. Waktu pensiun yang akan datang dalam 10 atau 20 tahun mendatang tentu akan lebih baik jika dipersipakan dari sekarang. Nah, investasi yang tepat ialah reksadana dan emas. Tentukan jumlah investasi tiap bulan, dan sesuaikan anggaran pengeluaran dengan kemampuan finansial.
 

Usia 45-55 tahun – Usia matang

 
Pada rentang usia ini, Anda mungkin sudah mencapai puncak karier dan kemapanan finansial. Seiring dengan itu, pengeluaran dan kebutuhan Anda pun sudah tidak sebesar kelompok usia sebelumnya. Inilah saat yang tepat untuk mengoptimalkan investasi Anda untuk masa pensiun.
 
Strategi berinvestasi: Miliki investasi yang dapat memberikan penghasilan pasif pada sepuluh tahun menjelang pensiun, seperti sewa rumah kos atau kontrakan. Atau alokasikan dana investasi Anda ke instrumen investasi pasar uang, seperti obligasi, saham, dan reksadana saham.
 

Usia 55 tahun ke atas – Masa Pensiun

 
Seiring dengan pendapatan yang menurun, pengeluaran dan tanggungan Anda di masa ini akan berkurang secara signifikan. Untuk membiayai kebutuhan rutin, kini Anda bergantung pada portofolio investasi Anda. Sesuaikan gaya hidup Anda dengan dana yang tersedia.
 
Strategi berinvestasi: Jika Anda masih bekerja atau memiliki bisnis sampingan, investasi Anda bisa terus dikembangkan. Anda bisa mencoba berinvestasi di reksadana pendapatan tetap, khususnya yang berbasis Surat Utang Negara dan obligasi korporasi dengan peringkat tinggi, atau reksadana pasar uang yang menghasilkan bunga secara berkala dengan volatilits yang relatif rendah.
 
Pastikan Anda merencanakan keuangan untuk membantu keluarga di setiap tahapan.

    

 

 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Business

    Peluang Usaha, Bagaimana Menemukannya?

    Peluang kadang tak menghampiri, melankan harus dicari.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.