Berminat Investasi? Kenali Dulu Profil Risiko Ini

9 Juni 2017 | 10:25

 
Sebelum berinvestasi, Anda harus mengenali lebih dulu tipe investor seperti apakah Anda? Keberhasilan investasi Anda akan lebih baik jika Anda memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko Anda sebagai seorang investor. Semakin tinggi profil risiko Anda, semakin tinggi toleransi Anda terhadap risiko. Dengan kata lain, Anda sanggup menghadapi risiko investasi yang tinggi.
Secara umum, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi profil risiko seseorang, yaitu usia Anda, tujuan keuangan yang ingin dicapai, kondisi keuangan Anda, jangka waktu investasi, tingkat imbal hasil yang Anda cari, serta tingkat pengetahuan dan pengalaman keuangan.
 
Profil risiko dalam berinvestasi ialah seberapa “kuat” Anda bisa menghadapi risiko kerugian yang mungkin terjadi pada instrumen investasi yang Anda pilih. Risiko yang dimaksud ialah risiko naik-turunnya nilai investasi. Dengan mengetahui profil risiko, Anda akan mengetahui instrumen yang paling tepat untuk Anda. Secara umum, profil risiko dapat dibagi menjadi tiga. Ketiga profil ini memiliki taraf toleransi terhadap risiko yang berbeda-beda.
 

Konservatif

 Tipe investor konservatif kurang menyukai, bahkan cenderung menghindari risiko. Jika memiliki profil risiko ini, Anda tidak menyukai perubahan ekstrem dalam investasi yang Anda miliki. Tipe ini lebih suka instrumen yang aman, stabil, dan sangat takut jika pokok investasinya berkurang. Konsekuensinya, tipe ini rela mendapatkan imbal hasil yang rendah. Investasi yang memiliki imbal hasil rendah biasanya investasi yang berisiko rendah.
 
Investor konservatif dianjurkan melakukan investasi untuk tujuan jangka panjang jika berminat pada nilai investasi yang besar, karena waktu yang dibutuhkan untuk mencapai nilai investasi yang diinginkan mungkin tidak bisa diperoleh dalam jangka pendek dari instrumen investasi yang cocok untuk profil ini, yaitu tabungan, deposito, dan emas. Untuk investasi yang bisa memberikan imbal hasil lebih tinggi daripada tabungan/deposito, investor tipe ini dapat mempertimbangkan instrumen pendapatan tetap seperti Obligasi Pemerintah baik itu langsung/berupa reksadana.
 

Moderat

 Tipe ini berada di tengah-tengah antara konservatif dan agresif. Ia mengharapkan tingkat risiko dan imbal hasil yang sedang-sedang saja, tetapi stabil dan terukur. Profil ini cenderung bisa menerima risiko kehilangan sebagian dana investasi dalam jangka waktu pendek atau menengah asal dana tersebut akan kembali dalam jangka waktu panjang.
 
Produk investasi yang cocok untuk tipe ini ialah reksadana campuran dan reksadana saham. Untuk hasil investasi yang lebih menantang, pemilik profil risiko moderat juga bisa melirik instrumen saham langsung.
 
 

Agresif

 Pemilik profil risiko agresif sangat siap untuk kaya dan siap untuk jatuh miskin. Orang dengan profil risiko agresif siap kehilangan sebagian besar, bahkan seluruh dana investasinya demi imbal hasil yang besar. Pemilik profil risiko agresif ini siap untuk seluruh instrumen keuangan, termasuk trading saham, forex, index, dan komoditas. Tipe ini juga biasanya memiliki keberanian untuk terjun langsung ke dunia bisnis dan properti.

 

Jadi, termasuk dalam tipe yang manakah Anda? Kenali dan cari tahu dulu ya sebelum mulai berinvestasi. 

 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Business

    Peluang Usaha, Bagaimana Menemukannya?

    Peluang kadang tak menghampiri, melankan harus dicari.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.