Investasi Properti, Akankah Selamanya Menguntungkan?

9 Juni 2017 | 10:47

 Kenaikan harga properti tiap tahun hampir tidak wajar. Namun, setiap kali acara launching perumahan atau apartemen, misalnya, seluruh unit habis terjual. Bahkan, jumlah pembeli sering kali melebihi  jumlah unit yang akan dijual. Coba kita menilik; harga properti yang dijual rata-rata di atas Rp1 miliar per unit. Di Jakarta, satu unit apartemen dijual Rp5 miliar. Namun, tetap saja terjual habis meski developer baru menjual gambar dan konsepnya saja di awal.
 
Apakah investasi properti selamanya aman dan menguntungkan? Harga properti yang semakin tidak wajar ini cenderung menciptakan harga semu. Nah, harga semu ini akan kembali ke titik seimbang antara tingkat penawaran dan permintaan (harga koreksi). Jika harga koreksinya terlampau jauh, maka efek yang diberikan pada kestabilan ekonomi semakin parah. Potensi terjadinya crash juga semakin besar jika terlalu banyak properti yang dibeli hanya untuk investasi dan bukan digunakan.
 

Anda Berminat Investasi Properti?

 
Untuk meningkatkan aset dan laba secara optimal, Anda harus membeli properti untuk menunjang bisnis Anda. Belilah properti dengan KPR dan angsuran sesuai kemampuan. Bila KPR sudah lunas dan harga properti naik tinggi, mintalah kembali pembiayaan modal kerja pada bank, tetapi dengan plafond kredit yang jauh lebih tinggi. Tambahan modal kerja bank yang lebih besar berarti peluang untuk membesarkan bisnis dan laba usaha.
 
Belilah properti di wilayah yang masih berkembang di masa depan. Hindari properti yang terkena banjir, dekat dengan kuburan atau sutet, akan terkena pelebaran jalan/jalan tol, serta akses masuk terbatas dan sulit. Lebih baik jika jalur transportasi umum melewati lokasi properti yang akan dibeli, sehingga memudahkan mobilitas para penghuni.
 
Jika Anda masuk ke wilayah properti yang harganya terlalu tinggi, kalkulasi ulang secara hati-hati. Jika Anda membeli properti dengan utang bank, apakah kemampuan bayar masih masuk untuk masa tenor utangnya? Jika Anda menyewakan ke pihak ketiga, apakah mudah mencari penyewa dan harga sewanya masih sepadan dengan harga beli properti itu? Jika Anda beli, lalu buka usaha sendiri di properti itu, apakah Anda yakin tingkat omset dan laba usahanya mampu membayar angsuran bank selama masa tenor?
 
Anda mungkin akan menjual kembali properti itu dalam waktu singkat setelah harga naik? Yakinkah Anda harga properti itu naik setelah sekian waktu? Suatu properti di lokasi yang bagus dan harga wajar belum tentu akan langsung terjual keesokan harinya setelah Anda pasang iklan hari ini. Jika hasil analisis dan perhitungan tidak masuk, sebaiknya pikirkan ulang ide itu. Cari properti di area lain di mana harganya masih wajar, tetapi tetap memperhatikan prospek pengembangan daerah tersebut.
 

Investasi di properti umumnya cukup aman dan menguntungkan, apalagi jika Anda menganalisis prospek daerah-daerah yang akan berkembang. Bila Anda berminat untuk melakukan investasi di bidang properti, sebenarnya sah-sah saja. Lebih amannya, lakukan diversifikasi tidak hanya di properti, tetapi juga di instrumen lainnya.  

 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Business

    Peluang Usaha, Bagaimana Menemukannya?

    Peluang kadang tak menghampiri, melankan harus dicari.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.