Improvisasi Komunikasi dengan Pasangan, Penting

12 Juni 2017 | 19:50

Hampir semua permasalahan dalam hubungan asmara atau pernikahan dapat ditelusuri akar persoalannya dari kualitas komunikasi yang buruk. Namun bagaimana bila anda dan pasangan sudah merasa berkomunikasi intensif tapi tetap saja kualitas hubungan anda berdua tidak memuaskan. Yael Schonbrun, seorang psikolog klinis spesialis couple therapy, sebagaimana dilansir oleh psychologytoday.com, menyebutkan bahwa bisa saja anda sudah berkomunikasi intensif dan terbuka dengan pasangan dan hasilnya semata-mata menyakitkan bagi kedua belah pihak.

Lalu di mana masalahnya? Schnobrun memberikan perspektif yang menarik. Ia membagi percakapan menjadi dua jenis:
- Percakapan yang ditujukan mengungkapkan pendapat, perasaan dan berbagi cerita.
- Percakapan yang ditujukan untuk mendapatkan penilaian, kesimpulan atau solusi dari permasalahan.

Banyak masalah komunikasi berasal dari bagaimana kedua pasangan bercakap-cakap dengan cara berbeda. Satu pihak mungkin sedang semata-mata mengungkapkan apa yang dirasakan, sementara pihak lain merasa dihakimi atau dinilai. Atau, anda barangkali sedang semata-mata ingin didengarkan, namun pasangan malah sibuk menasehati dengan macam-macam solusi.

Dengan menyadari perbedaan tipe percakapan apa yang anda dan pasangan sedang lakukan, anda bisa melakukan perbaikan dan menselaraskannya. Jadi, pertimbangkan bagaimana sebaiknya anda berdua, atau salah satunya, secara terbuka mengungkapkan kebutuhan komunikasi di awal percakapan. Sehingga, pasangan pun dapat menyesuaikan dengan tipe percakapan yang tepat sedari awal. Sebaliknya, ajak pasangan melakukan hal yang sama. Minta dia menyampaikan, misalnya, apakah sedang ingin mengeluarkan uneg-uneg saja atau butuh rekan diskusi untuk menemukan solusi yang tepat bagi masalah yang ia hadapi.

Di lain pihak, ternyata ada kecenderungan natural setiap orang terkait dengan kedua jenis percakapan di atas. Anda dan pasangan perlu menyadari apa yang berlaku untuk masing-masing. Pasangan mungkin cenderung selalu menekankan kesimpulan dan solusi, sementara anda boleh jadi lebih sering butuh mengekspresikan saja apa yang terlintas di pikiran. Soal solusi, anda bisa temukan sendiri. Ini juga perlu disadari dan disampaikan pada pasangan agar anda berdua dapat saling memahami dan menerima gaya bicara masing-masing.

Schnobrun kemudian juga menyarankan agar, setiap percakapan mulai memanas, berhenti dan lakukan refleksi bersama dengan menelaah tentang apa sebenarnya tujuan percakapan masing-masing pihak? Tanyakan misalnya, “Kamu sedang ingin memintaku memberikan penilaian atas apa yang kamu alami atau hanya ingin mengungkapkan kekesalan saja?”.

Lakukan refleksi tersebut dengan tenang dan sikap yang terbuka. Tanamkan pada masing-masing diri bahwa pertanyaan tersebut penting dijawab untuk membuat percakapan menghasilkan manfaat dan tidak menjebak anda berdua dalam perdebatan yang tidak berkesudahan.

 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Business

    Peluang Usaha, Bagaimana Menemukannya?

    Peluang kadang tak menghampiri, melankan harus dicari.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.