Pilih Earphone atau Headphone?

6 Juli 2017 | 11:46

 
Mendengarkan musik lewat earphone menawarkan sensasi auditoris tersendiri. Hanya saja, berhati-hatilah agar tidak sampai merusak pendengaran Anda.
 
Mengutip dari popsci.com, WHO (world health organization, organisasi PBB untuk kesehatan dunia) menyebutkan bahwa jumlah anak muda dengan pendengaran yang rusak telah meningkat selama satu dekade terakhir. Ini terjadi kemungkinan karena penggunaan gawai semacam iPod dan smartphone yang meningkat untuk memainkan musik keras-keras dengan penggunaan earphone. Untuk mengatasinya, WHO merekomendasikan untuk mendengarkan musik menggunakan earphone maksimal satu jam per hari, dan volumenya harus dijaga tidak lebih dari 60 persen dari volume maksimal.
 
Selain itu, menurut dr Damayanti Soetjipto, SpTHT-KL, Ketua Komnas Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT), sebagaimana dilansir detik.com, hindari juga menggunakan earphone untuk mendengarkan musik sebelum tidur. Melakukan hal ini bisa merusak sel rambut halus di dalam telinga yang berfungsi mengantarkan bunyi ke saraf pendengaran dan otak.
 
Ketimbang menggunakan earphone, disarankan untuk menggunakan headphone. Ini karena earphone cenderung terlalu tajam menghujani gendang telinga dengan gelombang suara yang dapat memekakkan.
 
Menurut Kathleen Campbell, seorang profesor dari Southern Illinois University School of Medicine yang mengkhususkan diri dalam audiologi, headphone yang disarankan adalah yang memiliki fasilitas noise-canceling karena endorong orang untuk mengurangi volume musik yang mereka mainkan.
 
Ketika menggunakan headphone, orang cenderung mengeraskan volumenya agar mengalahkan suara-suara dari luar.  Headphone yang memiliki fasilitas noice-canceling secara fisik mencegah suara dari luar masuk. Sehingga, penggunanya pun tidak perlu memasang volume terlalu keras.
 

Sebaliknya, headphone yang berkualitas buruk dalam menyaring suara dari luar, cenderung membuat kita membesarkan volume. Ini bisa berakibat buruk. Headphone pada volume maksimum dapat mengganggu pendengaran hanya dalam waktu empat menit penggunaannya. Banyak orang, khususnya anak muda bahkan tidak menyadari bahwa efek memekakkan telinga tersebut dapat bersifat permanen. 

 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Business

    Peluang Usaha, Bagaimana Menemukannya?

    Peluang kadang tak menghampiri, melankan harus dicari.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.