Manfaat Persahabatan untuk Kesehatan

6 Juli 2017 | 12:09

Dunia kedokteran telah lama menduga bahwa persahabatan memiliki efek biologis langsung terhadap kesehatan. Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Chicagomisalnya menemukan bahwa persahabatan atau pertemanan yang berkualitas terbukti mengurangi kecepatan pertumbuhan sel kanker pada penderita tumor payudara.
 
Tidak disangka-sangka bukan?
 
Selain manfaat tersebut masih banyk lagi manfaat lain dari pertemanan untuk kesehatan. Berikut ini beberapa di antaranya.
 

Memperpanjang Usia

Mereka yang memiliki relasi sosial yang kuat cenderung lebih jauh dari risiko “mati muda” dibanding mereka yang kesepian. Bahkan, pengaruh ikatan persahabatan pada harapan hidup yang lebih lama dua kali lebih kuat dari latihan fisik dan setara dengan berhenti merokok.  Hal ini karena persahabatan membuat stres dikelola dengan lebih baik.
 
Sebenarnya, dalam jangka pendek dan kadar yang sedang, stress dapat berefek baik karena meningkatkan semangat. Sayangnya, pengelolaan stress yang buruk dapat menyebabkan Anda mudah terkena infeksi virus atau kuman lainnya serta tekanan darah yang lebih tinggi dari biasanya. Karena mudah terkena infeksi, maka sel-sel tubuh juga mudah terkena peradangan yang berhubungan dengan penyakit seperti hipertensi, stroke maupun serangan jantung.
 

Teman-teman Membuat Anda Lebih Sehat

Sebuah studi membandingkan orang-orang yang terkucil atau kesepian dan yang memiliki banyak teman. Dengan menggunakan empat babak penelitian dengan subyek sebanyak ratusan sampai ribuan orang, usia 12 sampai 91, mereka membandingkan jejak biologis seperti tekanan darah, indeks massa tubuh, lingkar pinggang, dan tingkat protein peradangan C-reaktif.
 
Mereka, misalnya, menemukan bahwa di antara subyek penelitian yang berusia tua, kurangnya koneksi sosial lebih menaikkan risiko tekanan darah tinggi sampai 124%. Sebagai perbandingan, diabetes meningkatkan risiko tekanan darah tinggi sampai 70%.
 

Persahabatan Menurunkan Risiko Demensia

Sebuah studi melibatkan lebih dari 2.000 penduduk Belanda berusia 65 tahun atau lebih dan dilakukan selama tiga tahun. Tidak satu pun dari peserta mengalami demensia pada awal penelitian, namun 13,4 persen dari mereka yang mengatakan bahwa mereka merasa kesepian pada awal penelitian mulai menderita demensia selama masa studi, dibandingkan dengan 5,7 persen yang tidak merasa kesepian.
 
Dengan demikian, mereka yang kesepian memiliki risiko demensia lebih dari dua kali lipat dibanding mereka yang punya banyak teman.
 
Berteman juga memberikan Anda kesempatan untuk berbagi informasi kesehatan, saling mengawasi diet satu sama lain, dan juga pola makan. Bila Anda berteman dengan orang-orang dengan pola makan buruk, maka Anda bisa jadi terbawa mengikuti mereka. Sebaliknya, Anda juga bisa memberi pengaruh buruk tersebut pada mereka. Sekarang tinggal pilihan Anda, mau jadi pengaruh baik atau buruk?
 

Selamat berteman demi hidup lebih sehat!  

 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Business

    Peluang Usaha, Bagaimana Menemukannya?

    Peluang kadang tak menghampiri, melankan harus dicari.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.