Penasaran Dengan Makna Lebaran Sesungguhnya? Intip Informasi Berikut!

4 Juni 2018 | 04:24

Lebaran sudah pasti menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu, khususnya bagi seluruh umat muslim. Menjadi momen pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga membuat lebaran menjadi momen yang sudah pasti istimewa. Tapi, pernahkah Anda berpikir mengenai makna lebaran yang sesungguhnya? Jika Anda merasa lebaran tahun ini kurang bermakna, simak dulu makna lebaran yang sesungguhnya berikut ini!

Hal umum yang sering dilakukan saat hari raya Idul Fitri

Ada beberapa hal umum yang sering dilakukan menjelang atau saat hari raya Idul Fitri. Diantaranya:

1.       Membeli baju baru

Umumnya, banyak orang akan sibuk pergi ke mall berdesak-desakan untuk berburu diskon. Idul Fitri memang terasa kurang sempurna tanpa baju baru dan berbagai barang yang baru. Baju baru yang dikenakan saat lebaran tentu membuat lebaran makin berkesan. Apalagi belakangan berkembang tren baju lebaran bertema keluarga yang membuat keluarga makin terlihat lebih bahagia.

2.       Membeli atau membuat kue

Selain baju, lebaran juga identik dengan berbagai kue yang enak-enak. Ada yang tidak ingin repot sehingga mengeluarkan uang cukup besar untuk membeli berbagai jenis kue. Sedangkan sebagian yang lain menghabiskan waktu menjelang Idul Fitri untuk membuat berbagai kue yang enak untuk dinikmati bersama keluarga serta menyambut para tamu yang berkunjung ke rumah.

3.       Mudik

Tidak hanya itu, lebaran pastinya tidak boleh melewatkan tradisi mudik. Bagi sebagian orang, lebaran mungkin satu-satunya waktu untuk pulang ke kampung halaman, membuat lebaran menjadi momen yang semakin ditunggu-tunggu dan penuh makna.

Asal-usul istilah lebaran

Perlu Anda ketahui bahwa lebaran merupakan istilah perayaan hari raya Idul Fitri yang hanya digunakan oleh Indonesia. Negara-negara lain tidak memaknai Idul Fitri menggunakan istilah lebaran. Lalu, bagaimana makna lebaran yang sesungguhnya? Berikut ulasannya:

1.       Konon, lebaran berasal dari kata lebar yang dibubuhi imbuhan –an. Lebar yang menjadi awalan dari lebaran bukan lebar dalam arti bangunan, lapangan atau halaman, namun merujuk pada ‘lebar hati’ untuk saling memaafkan.

2.       Lebaran dianggap pula sebagai kata yang bermula dari ungkapan luber yang dalam KBBI mempunyai arti melimpah, meluap. Merujuk pada luber maafnya, luber rezekinya, dan luber juga pahala yang diperoleh setelah Bulan Ramadan.

3.       Menurut Mustofa Bisri, lebaran diambil dari kata laburan (Jawa; mengecat). Menjelang Idul Fitri, semua kepala keluarga sibuk mengecat rumah agar tampak indah.

4.       Almarhum KH Muhtar Babakan Ciwaringi dalam sebuah kesempatan pernah mengatakan bahwa lebaran berakar filosofis dari kata leburan (Jawa; menyatukan). Dengan cobaan dan ujian, kesabaran dan ketenangan, selepas Ramadan umat muslim diharapkan dapat meleburkan diri pada sifat-sifat Tuhan. Semangat perubahan itulah yang merubah leburan menjadi lebaran.

5.       Lebaran dimaknai sebagai plesetan dari liburan. Dalam kalender Nasional, hari raya Idul Fitru merupakan tanggal merah yang berarti libur. Dengan begitu, liburan yang diucapkan berulang-ulang menjadi titik pangkal dari munculnya lebaran.

Makna idul fitri yang sebenarnya

Apabila ditilik dari kamus Al Mu’jam Al Wasith, ‘ied adalah suatu perkara penting atau sakit yang berulang. Dapat pula berarti sesuatu yang berulang tersebut adalah sesuatu yang dirindukan dan berarti setiap hari yang terdapat perayaan di dalamnya. Sedangkan fitri berasal dari kata ‘afthoro’ yang berarti memutuskan puasa karena melakukan pembatalannya. Hal ini merujuk pada hari setelah Ramadan di mana umat muslim tidak lagi berpuasa.

Pengertian ini berbeda dengan kata fithroh yang dalam bahasa Arab bermakna sifat asli atau watak asli. Dari sisi bahasa, Idul Fitri tidak memiliki arti kembali suci. Apalagi jika dilihat kembali dalam kitab-kitab fikih, tidak ditemukan makna seperti itu mengenai idul fitri. Namun, meskipun tidak berarti suci dari sisi bahasa, Idul Fitri memang memiliki makna kembali dalam keadaan sebagaimana baru dilahirkan.

Makna ini diungkapkan oleh ulama salaf kepada sebagian saudaranya ketika melaksanakan shalat ‘ied di tanah lapang. Perkataan ini memang seakan membenarkan makna Idul Fitri yang berarti kembali suci. Namun, kembali suci tidak hanya terjadi karena umat muslim berjumpa dengan Idul Fitri, tetapi lebih kepada banyaknya pengampunan yang diberikan selama Bulan Ramadan. Mulai dari ibadah puasa, shalat tarawih, hingga permohonan ampun kepada Tuhan.

Nah, jika Anda sudah menjalani Bulan Ramadan dengan sempurna melalui puasa, shalat, hingga melaksanakan berbagai kewajiban lainnya, artinya Anda sudah menerapkan makna lebaran yang sebenarnya. Tidak sekadar membeli baju baru atau berkumpul bersama keluarga, namun menjadi lebih baik tentunya. Semoga bermanfaat!

 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Business

    Peluang Usaha, Bagaimana Menemukannya?

    Peluang kadang tak menghampiri, melankan harus dicari.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.