Kegiatan Positif yang Bisa Dilakukan untuk Memaknai Idulfitri

5 Juni 2018 | 04:27

Salah satu waktu yang dinanti oleh umat muslim di seluruh dunia adalah saat Idulfitri. Ketika berpuasa satu bulan penuh, saatnya mencapai hari kemenangan yaitu Idulfitri. Pemerintah Indonesia sendiri sangat menghormati Idulfitri. Dalam sejarah, libur pertama Idulfitri ini jatuh pada tahun 1954. Ketika itu pemerintah Indonesia baru saja mengatur libur nasional melalui Keputusan Presiden nomor 24 tahun 1953. Setelah itu, libur Idulfitri menjadi libur terpanjang setiap tahun.

Momen libur Idulfitri sangat identik dengan tradisi mudik. Ketika setahun merantau untuk bekerja, saatnya rehat sejenak untuk bertemu dengan sanak saudara. Dari tradisi mudik tersebut, ada beberapa hal yang bisa dikatakan cukup buruk. Banyak orang berlomba membeli barang baru, yang akhirnya bisa mengurangi makna Idulfitri itu sendiri. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas apa saja yang bisa dilakukan untuk memakani Idulfitri agar tidak sekadar maaf-maafan.

Silahturahmi keluarga terjauh

Hal kedua yang bisa Anda lakukan untuk memaknai Idulfitri adalah silaturahmi. Dalam Islam, silaturahmi ini berarti hubungan/relasi atas dasar kasih sayang. Silaturahmi sendiri merupakan budaya Islam yang dibangun agar umat Islam bisa merekatkan kembali rasa kekerabatan dan kasih sayang kepada keluarga, saudara, komunitas, dan juga masyarakat. Jika dalam Idulfitri kali ini Anda tidak mempunyai kampung halaman atau tidak mudik, Anda bisa merencanakan untuk silaturahmi ke keluarga terjauh.

Misalnya, Anda mempunyai keluarga yang tinggal di luar pulau, Anda bisa melakukan perjalanan setelah Idulfitri. Dengan bersilaturahmi, Anda dan keluarga akan belajar bahwa sebenarnya kita tidak hidup sendirian.

Fokus kepada pembiayaan pendidikan

Tidak harus Idulfitri ini identik dengan barang-barang baru, Anda bisa menghapus tradisi tersebut. Tabunglah uang Anda yang selama ini dialokasikan untuk Idulfitri daripada dibuat belanja. Jika dihitung jatah uang belanja bulanan, Anda bisa menghabiskan setidaknya 1-2 juta rupiah. Jadi lebih baik Anda menabung uang tersebut.

Uang tabungan tersebut bisa Anda alokasikan untuk pembiayaan pendidikan, untuk anak Anda, atau untuk Anda melanjutkan sekolah S2/S3 misalnya. Jika Anda tidak mempunyai alokasi dana pendidikan, Anda bisa memasukkan uang belanja Idulfitri ke dana darurat.

Pergi ke museum!

Jika Anda berada di kota besar, Anda akan mempunyai keuntungan karena hampir semua kota saat libur lebaran ini sepi. Jadi, Anda bisa memanfaatkan untuk pergi ke tempat hiburan yang edukatif, seperti museum. Apalagi jika Anda mempunyai anak yang masih usia sekolah, ini akan menjadi wisata yang sangat bagus bagi anak Anda. Sekarang banyak sekali museum yang sangat bersih dan tertata di beberapa kota besar.

Membuat taman atau kebutuhan rumah lain

Hal terakhir yang bisa Anda lakukan untuk memaknai Idulfitri adalah melakukan kegiatan positif di rumah. Pertama Anda bisa membuat taman sendiri di halaman rumah, ajaklah semua anggota keluarga untuk berbelanja kebutuhan taman agar mereka semangat saat membuat taman. Suruh anggota keluarga Anda memilih tumbuhan atau bunga agar mereka semangat. Selain membuat taman, Anda bisa mengisi liburan dengan membuat meja atau peralatan rumah tangga lain.

Idulfitri tidak hanya sekadar bermaaf-maafan, Anda bisa melakukan hal positif lain untuk mengisi Idulfitri ini. Semoga Idulfitri kali ini semarak, ya.

 

Rekomendasi