Berikut 2 Motivasi Hidup yang Bisa Anda Ambil dari Pebisnis Besar Indonesia

6 Agustus 2018 | 19:51

Siapa yang bilang Indonesia tidak mempunyai pebisnis besar yang sukses bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri? Ada belasan atau bahkan puluhan pebisnis besar dari Indonesia yang sampai sekarang berkomitmen memberikan puluhan ribu lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Lalu, apakah ada sesuatu yang bisa dipelajari dari para pebisnis besar tersebut?

Dalam artikel kali ini, kami akan mencoba membahas apa saja motivasi hidup yang bisa Anda ambil dari para pebisnis Indonesia. Para pebisnis yang akan dibahas kali ini mempunyai jenis motivasi hidup yang berbeda-beda. Jadi, ke depannya Anda bisa mengambil setiap nilai dari para pebisnis di bawah ini. Semoga terinspirasi, ya.

Bob Sadino yang lebih memilih menjadi pebisnis ketimbang karyawan

Almarhum Bob Sadino selalu keras ketika memberikan motivasi kepada para pebisnis ataupun calon pebisnis. Anda pasti pernah mendengar bagaimana Bob Sadino berkata, “Saya sudah menggoblokkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menggoblokkan orang lain”. Itulah kunci dari kenapa Bob Sadino ini keras kepada semua orang yang menginginkan nasihat bisnis darinya.

Kisah Bob Sadino ini sangat menyentuh, dirinya pernah menjadi seorang karyawan selama sembilan tahun. Tetapi beliau tidak betah dan akhirnya resign untuk membuka bisnis sendiri. Sayangnya, beberapa kali usaha Bob Sadino gagal dan bahkan sempat menjadi buruh bangunan. Walaupun begitu, Bob Sadino tidak pernah patah arang. Akhirnya, Bob Sadino melihat peluang bisnis ternak ayam dan memberanikan diri untuk meminjam uang ke tetangganya.

Hasilnya luar biasa, bisnis Bob Sadino ini sukses besar. Berawal dari kemauan yang tinggi dan semangat pantang menyerang, Bob Sadino berhasil mendapatkan peluang. Apakah Bob Sadino ini hanya mengandalkan semangat? Tidak, Bob Sadino selalu belajar dan terus belajar. Bob Sadino sadar bahwa mengembangkan bisnis tidak hanya modal semangat. Salah satu kata-kata yang wajib Anda pegang lainnya adalah, “Setiap bertemu dengan orang baru, saya selalu mengosongkan gelas saya terlebih dahulu”.

Alim Markus yang terus belajar

Alim Markus membuat Maspion dari hanya sebuah perusahaan kecil milik orang tuanya. Pada saat itu, Alim Markus bahkan harus putus sekolah karena harus membantu bisnis orang tuanya, berjualan lampu teplok. Tugas dari Alim Markus ini sederhana, dirinya harus menjual lampu teplok tersebut ke rumah-rumah. Dari situ Alim Markus sudah terlatih untuk bertemu dengan banyak orang, segala macam karakter orang sudah kenyang ditemui oleh Alim Markus.

 

“Pengetahuan saya dari sekolah kan sangat minim, mau nggak mau saya harus belajar sendiri. Karena saya membantu perusahaan sejak kecil sampai besar, maka saya mengalami semua seluk beluk perusahaan,” ujar Alim Markus seperti dilansir dari bisnisjasa.id.

 

Alim Markus menjadi saksi bagaimana usaha orang tuanya berkembang dari kecil menjadi besar. Dari lampu teplok, lampu untuk nelayan, sampai akhirnya menjual peralatan rumah tangga dari plastik, selalu ada Alim Markus di sana. Hingga akhirnya, pada tahun 1980 Alim Markus didapuk sebagai direktur Maspion.

Hal penting yang bisa diambil hikmahnya dari Alim Markus adalah belajar tidak ada batasnya. Walaupun Alim Markus putus sekolah saat duduk di bangku SMP, Alim Markus tidak serta merta berhenti belajar. Dirinya melihat segala aspek perusahaan yang didirikan oleh ayahnya tersebut, kemudian diterapkannya di perusahaannya.

 

Itulah motivasi hidup yang bisa Anda ambil dari dua pebisnis besar dari Indonesia. Bob Sadino dan Alim Markus merupakan contoh yang nyata bahwa semangat pantang menyerang dan terus belajar akan membawa Anda ke sesuatu yang diimpikan.

 

Rekomendasi