Bidan Asal Ubud yang Mendunia

6 Juli 2017 | 13:08

 
Robin Lim, perempuan kelahiran Arizona 24 November 1956, berkebangsaan Amerika Serikat pindah dari Hawai untuk menetap di Pulau Bali di tahun 1990an. Di Bali ia melahirkan anak ke-limanya. Dari pengalaman melahirkan tersebut dan ditambah dengan meninggalnya salah seorang ibu hamil karena tidak sempat ditolong, membuat Robin memutuskan ingin melakukan sesuatu untuk warga.
 
Ia mulai membantu ibu hamil yang akan melahirkan dengan mengantarkan mereka ke rumah sakit dan ikut mengurus pascamelahirkan. Lama-kelamaan ia dimintai tenaganya untuk membantu bidan atau dukun beranak. Pada akhirnya ia memiliki sertifikasi dari Asosiasi Perbidanan Indonesia dan juga telah menjadi bidan internasional.
 
Tahun 1995 Robin mendirikan Yayasan Bumi Sehat yang menyediakan layanan kesehatan untuk ibu hamil dan balita. Kliniknya berada di Nyuh Kuning, Ubud. Robin Lim berjuang mengurangi tingkat kematian ibu dan bayi di Indonesia. Ia menyiapkan fasilitas pendukung kehamilan sehat, serta layanan persalinan layak dengan konsep yang lembut, santun, tenang, dan alami. Ia merupakan salah satu pegiat gentle birth.
 
Di Bumi Sehat mendukung persalinan lembut. “Kita percaya kalau bayi lahir di dunia ini lembut. Kita mensupport ibu dan keluarga. Bapaknya pijet istri, mensupport istri. Kalau melahirkan dalam damai, pasti anak ini mau duat damai di dunia,” tutur Robin.
 
Robin menggratiskan biaya persalinan di kliniknya karena ia menyadari tingginya biaya persalinan di rumah sakit tidak terjangkau oleh masyarakat kurang mampu. Yayasan yang ia pimpin bertahan dengan melayani persalinan dengan donasi seikhlasnya dan bantuan para pendonor.
 
Klinik Robin juga didirikan di Aceh sejak tahun 2004. Saat itu ketika Aceh dilanda gempa dan tsunami, fasilitas dan infrastruktur kesehatan hancur. Robin dan tim bertindak cepat dengan mendirikan terpal di balik semak-semak sebagai pusat persalinan. Pasca tsunami Robin tergerak mendirikan klinik bersalin di Desa Gampong Cot Kecamatan Samatiga karena prihatin atas tingginya angka kematian ibu dan bayi. Ia juga merekrut staf dari tenaga kesehatan setempat.
 

Pengalamannya yang sudah lebih dari dua puluh tahun membuatnya menjadi pribadi yang rendah hati. Robin menyatakan semaksimal apapun usahanya tetap ia tidak dapat mengontrol nasib karena ada kalanya ia tetap tidak dapat menolong bayi yang dilahirkan.

Selain itu, pengalamannya juga mengajarkannya cinta dan kekuatan. “Bayi dan ibunya sangat kuat dalam perjuangan mereka. Itulah cinta. Mereka mengajarkan saya bahwa dunia masih layak untuk dipertahankan,” katanya. Atas dedikasi dan kerja kerasnya tersebut ia mendapatkan penghargaan CNN Hero of the Year 2011. 

 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Business

    Peluang Usaha, Bagaimana Menemukannya?

    Peluang kadang tak menghampiri, melankan harus dicari.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.