Dana Darurat, Tidak Hanya Disimpan di Tabungan

14 Juli 2017 | 10:24

 
Ketika dihadapkan pada situasi mendesak, Anda tidak perlu khawatir karena ada dana yang tersedia. Dalam konsep perencanaan keuangan, dana darurat ialah prioritas pertama yang harus dipenuhi. Bahkan, memiliki dana darurat lebih penting daripada memiliki asuransi dan investasi.
 
Dana tabungan di bank bisa dianggap sebagai dana darurat jika ditempatkan di rekening terpisah dengan yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Apabila masih tercampur dalam satu rekening, tidak bisa disebut tabungan dana darurat. Prinsipnya, dana darurat tidak digunakan kecuali untuk kebutuhan emergency.
 
Idealnya, besaran dana darurat ialah 3 sampai 6 bulan kebutuhan hidup untuk lajang, dan 6 sampai 12 bulan kebutuhan hidup bagi yang sudah berkeluarga. Besaran dana ini bisa dikumpulkan secara perlahan dari sisa penghasilan setiap bulan, THR, dan bonus.
 
Dana darurat memang sebaiknya ditempatkan di tabungan karena mudah ditarik. Bisa saja disimpan di  instrumen lain, tetapi sebagian besar lebih baik ditempatkan di tabungan. Jika seseorang memiliki dana darurat lebih dari Rp40 juta, misalnya, lebih baik minimal ada Rp40 juta di rekening tabungan. Sisanya bisa ditempatkan di instrumen lain.
 
Selain tabungan, apa instrumen yang paling tepat untuk penempatan dana darurat Anda?
 
1. Deposito
 
Berbeda dengan tabungan yang bisa diambil kapan saja, dana di deposito tidak bisa diambil dalam jangka waktu antara 1 sampai 24 bulan. Namun, produk ini menawarkan imbal hasil yang stabil sekitar 7 persen setahun. Jadi, Anda bisa sekaligus berinvestasi. Pilih deposito dengan jangka waktu pendek antara 1 sampai 3 bulan, karena Anda akan kena denda jika mencairkan dana sebelum jatuh tempo.
 
2. Emas
 
Tidak hanya menguntungkan, emas merupakan instrumen investasi yang likuid dan mudah diakses. Jika menyimpan dana darurat dalam bentuk emas, Anda bisa cepat mencairkannya. Jual saja di toko emas atau pegadaian. Pastikan Anda sudah mengetahui nilai dan karatnya agar tidak mudah tertipu ya.
 
3. Reksadana pasar uang
 
Kenapa reksadana pasar uang? Karena produk ini sangat aman dan konservatif. Dana Anda yang disimpan di produk ini akan diinvestasikan ke deposito dan surat utang pemerintah yang jatuh temponya maksimal satu tahun. Artinya, pergerakannya pun lebih stabil dan tidak fluktuatif seperti saham. Rata-rata keuntungan reksadana pasar uang sekitar 6 sampai 8 persen per tahun tergantung manajer investasi yang mengelola.
 
Nah, selama masih bisa menabung, sisihkan sebagian pendapatan untuk kebutuhan dana darurat. Anda pun tidak pernah tahu kapan dana ini dibutuhkan, bukan?

 

 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Business

    Peluang Usaha, Bagaimana Menemukannya?

    Peluang kadang tak menghampiri, melankan harus dicari.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.