Tampilan dan Gesture, Kunci Profesionalitas

14 Juli 2017 | 12:42

 
Meski penampakkan luar tidak menggambarkan keseluruhan aspek diri Anda, namun sering menjadi filter pertama yang membuat orang lain memutuskan apakah akan berinteraksi lebih jauh. Artinya, Anda perlu membangun keterampilan menata penampilan dan bahasa tubuh untuk bisa membuat orang lain nyaman berinteraksi dengan Anda. Bagaimana triknya?
 

Ekspresi wajah

 
Sedikit yang bisa dilakukan untuk mengubah wajah Anda tapi banyak yang bisa dilakukan terkait ekspresi muka Anda! Orang tidak bertemu Anda untuk melihat wajah murung atau kesal. Apapun yang terjadi selama perjalanan atau sebelum pertemuan, upayakan untuk senyum dan tampil optimis begitu Anda bertemu relasi Anda. Cobalah untuk tetap tampak tenang, ramah dan profesional, apapun yang sedang berkecamuk di dalam hati Anda.
 

Cara Berpakaian

 
Pakaian yang Anda pilih dapat menimbulkan kesan yang terbentuk dengan cepat tentang siapa Anda. Artinya, menjadi sangat krusial memilih baju yang tepat. Selain mewakili diri Anda sendiri, ketika bertemu dengan relasi bisnis atau relasi profesional, Anda juga dianggap mewakili perusahaan tempat Anda bekerja. Dengan kata lain, bagaimana Anda berpakaian atau mengenakan aksesoris bisa berdampak pada penilaian orang yang Anda temui terhadap diri Anda dan perusahaan Anda.
 
Selain terkait dengan citra diri Anda dan kantor, pakaian juga mengkomunikasikan tingkat rasa hormat dan kepedulian Anda pada orang lain. Sebagai contoh, bila Anda bertemu dengan para profesional senior dalam konteks rapat yang penting, pakailah pakaian yang rapi dan “berkelas”. Pakaian yang demikian membuat mereka merasa Anda menghargai mereka sebagaimana mereka patut dihargai.
 
Di sisi lain, bila dalam suasana santai, gunakan juga pakaian yang santai. “Hormati” momen di mana Anda dan rekan ingin bermain-main sebesar penghormatan terhadap rapat-rapat penting di kantor.
 

Bahasa Tubuh

 
Berikut ini daftar dari bahasa tubuh yang penting untuk menciptakan suasana positif:
 
  • Mempertahankan kontak mata dengan orang yang Anda ajak bicara.
  • Tersenyum (bila sesuai situasi), terutama sebagai ucapan pembuka (misalnya salam) dan di akhir percakapan.
  • Duduk tepat di kursi, sedikit condong ke depan (ini berarti Anda memperhatikannya).
  • Menganggukkan kepala ketika setuju.
  • Jabatan tangan yang tegas.
  • Menyajikan ekspresi wajah dan gerak tubuh yang tenang.
  • Tunjukkan ketertarikan pada yang sedang didiskusikan.
 
Hindari bahasa tubuh ini:
 
  • Tidak melihat seseorang saat berbicara.
  • Mengetuk-ngetuk kaki, jari dll ke meja atau ke lantai.
  • Goresan.
  • Berdehem-dehem/batuk “membersihkan” tenggorokan terus menerus.
  • Mengotak-atik rambut, daun telinga, perhiasan, jaket, kacamata, dan sebagainya.
  • Membersihkan kuku jari.
  • Menguap.
  • Berulang kali melihat jam tangan Anda atau jam di ruangan itu.
  • Berdiri terlalu dekat dengan orang lain.
  • Tidak memperhatikan seseorang yang sedang berbicara.

Jika sudah paham mengenai gerak-gerik ini, tinggal Anda coba, ya.  

 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Business

    Peluang Usaha, Bagaimana Menemukannya?

    Peluang kadang tak menghampiri, melankan harus dicari.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.