Yang Muda, Yang Berinvestasi

14 Juli 2017 | 12:57

 
Untuk berinvestasi tidak perlu menunggu ketika Anda sudah mapan atau sudah berkeluarga. Meski masih muda Anda dapat memulai investasi. Malah semakin dini Anda berinvestasi, semakin lebih baik.
 
Jika Anda masih berusia di bawah 30 tahun, sebaiknya Anda lebih agresif dalam berinvestasi. Anda masih single dan belum berkeluarga juga belum memiliki banyak cicilan, berarti Anda dapat menyisihkan nominal cukup besar dari penghasilan Anda untuk investasi.
 
Anda dapat memilih produk investasi jangka waktu panjang dan  memiliki return tinggi. Namun, yang perlu Anda ketahui dengan return tinggi berarti risikonya pun tinggi. Berikut beberapa instrumen investasi yang dapat menjadi pilihan Anda sebagai investor muda
 
1.     Saham
Berinvestasi saham membuat Anda secara tidak langsung menjadi pemilik dari perusahaan yang kita beli sahamnya. Dari saham mendapatkan keuntungan dari capital gain dan dividen. Capital gain adalah keuntungan yang didapat pemegang saham saat melepaskan sahamnya ke pasar. Sedangkan dividen adalah pembagian keuntungan dari perusahaan kepada pemilik saham setelah jangka waktu tertentu.
 
2.     Obligasi
Secara sederhana obligasi adalah surat perjanjian hutang dari pihak yang mengeluarkan obligasi kepada pihak pemegang obligasi untuk memanfaatkan dana pihak kedua dan mengembalikannya beserta bunga pada jangka waktu yang telah disepakati. Anda dapat membeli obligasi dari Pemerintah karena sudah pasti lebih terjamin keamanannya. Namun, biasanya obligasi membutuhkan modal yang cukup besar.
 
3.     Reksadana
Bagi Anda yang tidak memiliki modal besar, Anda dapat berinvestasi di reksadana dengan modal kecil. Dengan Rp 100ribu setiap bulan Anda sudah dapat berinvestasi. Di reksadana pun Anda tidak perlu melakukan apa-apa. Biarkan Manajer Investasi yang mengelola uang Anda. MI-lah yang melakukan analisa, menghitung risiko, dan mengatur strategi investasi. Bagi Anda yang tidak ingin ribet, reksadana dapat menjadi pilihan Anda.
 
4.     Forex trader
Anda bisa berinvestasi dengan bermain di mata uang asing. Misalnya, Anda membeli USD di saat kursnya sedang rendah dan menjualnya kembali ketika kursnya sedang naik. Untuk menjadi seorang forex trader, Anda harus berani mengambil risiko dan jeli membaca kondisi serta sentimen pasar.
 
5.     Emas
Investasi emas relatif lebih stabil dan aman ketimbang instrumen investasi yang lain. Nilainya stabil dan dalam jangka panjang cenderung naik. Emas juga mudah untuk dijual dan digadaikan.
 
Mumpung Anda masih muda segeralah berinvestasi. Jangan ditunda lagi. Demi kebebasan finansial Anda di masa depan.
 
 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Business

    Peluang Usaha, Bagaimana Menemukannya?

    Peluang kadang tak menghampiri, melankan harus dicari.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.