Manfaat ASI Bagi Otak Bayi Prematur

14 Juli 2017 | 14:33

 
Sebuah studi baru, sebagaimana dilaporkan oleh Psychology Today, dilakukan oleh para periset dari Sistem Kesehatan Nasional Anak-anak di Amerika Serikat, yaitu Katherine M. Ottolini, dk. Mereka menemukan bahwa ASI mengoptimalkan pengorganisasian alami mikrostruktur materi putih di seluruh bagian otak—termasuk belahan otak serebri dan otak kecil. Ini berlaku bagi semua bayi, dan menjadi lebih mendesak lagi pada kasus bayi prematur.
 
Materi putih sendiri adalah bagian dari otak yang bertanggungjawab menjadi “pengirim pesan” yang menghubungkan antara sel-sel otak. Materi putih yang sehat dan berkembang baik membuat proses transmisi sinyal antar sel otak lebih efektif. Ini langsung berpengaruh pada berbagai fungsi dari mulai fungsi motoris sampai fungsi luhur seperti pengambilan keputusan dan berpikir kritis. Dengan demikian, masalah pada materi putih bisa berdampak luas bagi bagaimana otak bekerja.
 
Dibandingkan dengan bayi yang lahir normal, bayi prematur berisiko tinggi mengalami cedera di area materi putih. Pemberian ASI sesegera mungkin menjadi perlindungan bagi otak bayi prematur yang rentan ini.
 
Mengapa otak bayi prematur rentan? Ini karena mereka kehilangan transfer nutrisi yang signifikan dari plasenta yang biasanya terjadi selama trimester ketiga. Normalnya, otak mengalami periode perkembangan yang sangat pesat pada trimester ketiga kehamilan dan setelah lahir. 
 
ASI dapat mengkompensasi apa yang hilang dari proses ini. Meski tidak mendapat pasokan nutrisi dari plasenta lagi, kebutuhan nutrisi untuk perkembangan materi putih bisa digantikan oleh ASI. Pemberian ASI pada bayi prematur ini dihubungkan dengan tingkat risiko disfungsi neurokognitif yang lebih rendah.
 
Ottolini, dkk juga menekankan perlunya memberikan dukungan psikologis bagi ibu menyusui dengan bayi prematur. Memiliki bayi yang lahir sebelum waktunya memberikan stres tersendiri bagi sang ibu. Sementara itu, stress menjadi salah faktor yang menyebabkan ketidaklancaran ASI dan dapat menurunkan kualitas komposisi nutrisi di dalamnya. Bisa dibayangkan apa dampaknya bagi si bayi prematur bila kualitas ASI dan kuantitasnya rendah.
 
Studi lebih lanjut dibutuhkan untuk lebih memperjelas dinamika proses bagaimana mekanisme ASI dan nutrisi yang terkandung di dalamnya mempengaruhi pengorganisasi mikrostruktur materi putih. Ottolini, dkk menggambarkan bahwa dengan mengetahui secara lebih spesifik nutrisi apa dalam ASI yang mempengaruhi mikrostruktur materi putih, kita dapat mencoba mencari alternatif metode memberikan asupan nutrisi tersebut saat ASI benar-benar tidak tersedia.
 

Ini misalnya pada kasus kelahiran yang menyebabkan kematian ibu atau masalah-masalah laktasi yang tidak dapat segera ditangani. Sementara, asupan nutrisi yang relevan dibutuhkan oleh si bayi prematur segera sebelum mereka harus mengalami cedera materi putih. Kita berharap ada lebih banyak temuan ilmiah dalam hal ini beserta rekomendasi praktisnya sehingga bayi-bayi prematur tidak mengalami masalah dengan pertumbuhan otak mereka. 

 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Business

    Peluang Usaha, Bagaimana Menemukannya?

    Peluang kadang tak menghampiri, melankan harus dicari.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.