Menjadi Orang Tua yang Bijak dan Seimbang

21 Juli 2017 | 09:15

Membesarkan anak mengandung banyak kebahagiaan dan tantangan. Salah satu tantangannya adalah menyeimbangkan antara menjadi orangtua yang bersikap damai dengan tetap memacu anak belajar dan disiplin. Sering kali kita rancu antara menghindari bersikap keras pada anak dengan mendidik dengan tegas. Bagaimana kiat mengatasinya?

Pertama-tama, kita pelajari dulu situasinya. Contoh, suatu saat Anda meminta anak untuk tidur dan berhenti bermain video game. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Lalu anak Anda menolak dan masih ingin main. Apa yang Anda lakukan? Anda punya tiga pilihan: membiarkan, mengancam menghukum, dan memberinya pengertian dengan empati. Apa yang Anda pilih?

Pilihan pertama memberi Anda kedamaian instan karena terhindar dari konflik dengan anak. Anak pun bisa kembali dengan tenang main video game. Pilihan kedua mungkin bekerja untuk beberapa waktu karena anak takut dengan bentakan Anda serta hukuman/ancaman.

Pilihan ketiga, lebih repot, perlu dialog namun merupakan pilihan paling sehat. Anda bisa katakan bahwa Anda paham kebutuhannya untuk bermain, namun ada alasan mengapa Anda meminta untuk berhenti dan tidur. Sesuaikan alasan dengan tingkat perkembangan anak.

Mungkin saja anak tidak langsung menerima penjelasan Anda. Lalu Anda malah harus menghadapi konflik yang menghangat dengannya. Perlu Anda ketahui bahwa menjadi orang tua yang efektif bukanlah orang tua yang selalu ingin damai dengan anaknya. Terkadang konflik itu penting untuk lebih saling memahami satu sama lain.

Katakan pada anak bahwa meskipun dia tidak setuju, aturan Anda harus tetap ditegakkan sejauh menyangkut kebaikan bersama. Tegaskan bahwa Anda ingin anak tumbuh sehat dan berkembang menjadi pribadi yang positif.

Bagaimana pun, Anda perlu tetap menyatakan pada mereka bahwa pendapat anak didengarkan dan Anda berminat untuk bernegosiasi dengannya. Dalam kasus main video game tadi, usulkan padanya, misalnya, untuk membuat aturan bersama tentang durasi main dan kapan harus berhenti. Dia juga bisa mengusulkan berapa lama dan hari apa dia boleh melakukannya. Pahami dan selami alam pikirannya, dan hadirlah untuknya di kegiatan-kegiatan yang ia sukai.

Ingatlah bahwa menjadi orang tua yang efektif bukan menjadi diktator tapi tentang kesanggupan menjadi pemimpin yang empatik. Untuk itu, Anda harus memiliki kematangan emosi dan kemauan untuk memandang diri sendiri sebagai manusia yang tidak sempurna serta percaya bahwa anak memiliki kapasitas untuk berkembang, terlepas dari bahwa terkadang mereka tidak berperilaku seperti yang anda harapkan. Beri ruang pada diri Anda dan anak untuk tumbuh bersama!

Menjadi Orang Tua yang Bijak dan Seimbang
[Teaser] Menjadi orangtua butuh menyeimbangkan antara geram dan pasrah: bijaksana.

Membesarkan anak mengandung banyak kebahagiaan dan tantangan. Salah satu tantangannya adalah menyeimbangkan antara menjadi orangtua yang bersikap damai dengan tetap memacu anak belajar dan disiplin. Sering kali kita rancu antara menghindari bersikap keras pada anak dengan mendidik dengan tegas. Bagaimana kiat mengatasinya?

Pertama-tama, kita pelajari dulu situasinya. Contoh, suatu saat Anda meminta anak untuk tidur dan berhenti bermain video game. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Lalu anak Anda menolak dan masih ingin main. Apa yang Anda lakukan? Anda punya tiga pilihan: membiarkan, mengancam menghukum, dan memberinya pengertian dengan empati. Apa yang Anda pilih?

Pilihan pertama memberi Anda kedamaian instan karena terhindar dari konflik dengan anak. Anak pun bisa kembali dengan tenang main video game. Pilihan kedua mungkin bekerja untuk beberapa waktu karena anak takut dengan bentakan Anda serta hukuman/ancaman.

Pilihan ketiga, lebih repot, perlu dialog namun merupakan pilihan paling sehat. Anda bisa katakan bahwa Anda paham kebutuhannya untuk bermain, namun ada alasan mengapa Anda meminta untuk berhenti dan tidur. Sesuaikan alasan dengan tingkat perkembangan anak.

Mungkin saja anak tidak langsung menerima penjelasan Anda. Lalu Anda malah harus menghadapi konflik yang menghangat dengannya. Perlu Anda ketahui bahwa menjadi orang tua yang efektif bukanlah orang tua yang selalu ingin damai dengan anaknya. Terkadang konflik itu penting untuk lebih saling memahami satu sama lain.

Katakan pada anak bahwa meskipun dia tidak setuju, aturan Anda harus tetap ditegakkan sejauh menyangkut kebaikan bersama. Tegaskan bahwa Anda ingin anak tumbuh sehat dan berkembang menjadi pribadi yang positif.

Bagaimana pun, Anda perlu tetap menyatakan pada mereka bahwa pendapat anak didengarkan dan Anda berminat untuk bernegosiasi dengannya. Dalam kasus main video game tadi, usulkan padanya, misalnya, untuk membuat aturan bersama tentang durasi main dan kapan harus berhenti. Dia juga bisa mengusulkan berapa lama dan hari apa dia boleh melakukannya. Pahami dan selami alam pikirannya, dan hadirlah untuknya di kegiatan-kegiatan yang ia sukai.

Ingatlah bahwa menjadi orang tua yang efektif bukan menjadi diktator tapi tentang kesanggupan menjadi pemimpin yang empatik. Untuk itu, Anda harus memiliki kematangan emosi dan kemauan untuk memandang diri sendiri sebagai manusia yang tidak sempurna serta percaya bahwa anak memiliki kapasitas untuk berkembang, terlepas dari bahwa terkadang mereka tidak berperilaku seperti yang anda harapkan. Beri ruang pada diri Anda dan anak untuk tumbuh bersama!

 

 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Business

    Peluang Usaha, Bagaimana Menemukannya?

    Peluang kadang tak menghampiri, melankan harus dicari.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.