Nancy Matthew Edison

21 Juli 2017 | 09:44

Thomas Alva Edison, seorang penemu besar, mematenkan 1.093 penemuan atas namanya, baik berupa kirofon, mesin penerima telepon, bola lampu listrik, gramophone, dan kamera film. Yang menarik, di balik karya besar yang di hasilkan oleh Thomas Alva Edison, terdapat peran besar sang ibu, Nancy Matthews Edison, yang selalu percaya pada potensi sang anak.

Saat berumur 7 tahun, Thomas Alva Edison adalah seorang bocah yang mempunyai kekurangan pada pendengarannya. Ia merupakan anak yang agak tuli dan sangat bodoh di sekolah dibandingkan dengan teman-temannya. Pada suatu hari di tahun 1854, ia pulang dari sekolahnya dengan membawa secarik kertas dari gurunya.

Ibunya membaca tulisan pada kertas tersebut. Ternyata, menurut pihak sekolah, Tommy (panggilan Thomas Alva Edison) adalah anak yang sangat bodoh dan sangat sulit diajari segala sesuatu. Oleh karena itu, pihak sekolah tidak sanggup lagi mengajarinya. Keesokan harinya, sang ibu membicarakan masalah tersebut. Namun, sang ibu justru menjadi sangat kesal karena sikap kasar dan penolakan gurunya. Akhirnya, ia pun bertekad untuk mendidik anaknya sendirian.

Nancy memutuskan untuk menjadi guru pribadi bagi Thomas Alva Edison. Untuk mendukung pendidikan anaknya di rumah, Nancy juga membelikan buku-buku pendidikan, seperti buku bahasa, sejarah dan ilmu pengetahuan lainnya. Salah satu buku yang ia berikan kepada anaknya ialah School of Natural Philosophy karya R.G Parker, yang menjelaskan tentang eksperimen fisika dan kimia di dalam rumah.

Buku tersebut menyebabkan proses belajar menjadi terasa menyenangkan bagi Thomas Alva Edison. Ia mempraktikan setiap eskperimen yang terdapat di dalam buku itu. Ia pun mengumpulkan uang sakunya untuk membeli alat dan bahan percobaan, serta membuat laboratorium kecil di atap rumahnya.
 
Ketika usia 12 tahun, Nancy mendorong Thomas Alva Edison untuk mendapatkan penghasilan dengan bekerja menjual koran, buah apel, serta gula-gula di sebuah jalur kereka api di sepanjang rute dari Port Huron ke Detroit. Tak dinyana, dari situ Thomas Alva Edison justru belajar berbagai pengetahuan praktis tentang bisnis. Pengetahuan ini mengantarkan dirinya untuk mengembangkan entrepreneurship. Di kemudian hari, ia mendirikan kerajaan bisnis besar, General Electric.

Di balik semua rahasia kesuksesan Nancy dalam mendidik Thomas Alva Edison, ternyata ia sangat mendedikasikan seluruh waktunya bagi pendidikan anaknya. Ia juga tidak memaksakan kehendak, tetapi mengembangkan pengalaman dan mencari berbagai cara yang menarik untuk menggugah rasa ingin tahun dan keinginan Thomas Alva Edison untuk belajar sendiri.

Atas semua peran besar yang dilakukan oleh sang ibu, Thomas Alva Edison pernah berkata “Ibu membuat saya seperti sekarang. Ia memahami saya dan mendorong saya mempelajari banyak hal sehingga saya menemukan bidang yang benar-benar saya minati dan berhasil dikembangkan”.
 

 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Business

    Peluang Usaha, Bagaimana Menemukannya?

    Peluang kadang tak menghampiri, melankan harus dicari.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.