OJK Beberkan 5 Ciri Investasi Bodong yang Marak Beredar

6 Desember 2017 | 19:54

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat setidaknya ada 406 perusahaan yang diduga melakukan investasi bodong dengan tawaran keuntungan yang tidak masuk akal. Tak hanya dalam bentuk dana segar, investasi ini juga bisa berupa emas atau hadir dalam bentuk kegiatan keagamaan.

Agar jumlah korban investasi bodong di Indonesia bisa berkurang, OJK pun terus melakukan sosialisasi ke masyarakat. Mereka memberikan informasi tentang berbagai ciri investasi bodong yang harus Anda waspadai.

Iming-iming Imbal Hasil yang Tinggi

Salah satu ciri utama dari investasi bodong adalah iming-iming imbal hasil yang menggiurkan, dengan persentase yang tidak rasional dan terkesan mustahil. Bahkan ada perusahaan bodong yang menawarkan keuntungan bunga 5% per bulan atau 60% dalam setahun. Sebagai perbandingan, investasi saham yang saat ini menjadi instrumen investasi dengan keuntungan paling tinggi di Indonesia saja, maksimal memberikan bunga 27% per tahun. Jadi, Anda perlu curiga apabila mendapat tawaran investasi dengan keuntungan bunga dalam jumlah besar.

Menawarkan Jaminan Bebas Risiko

Jika Anda mendapat tawaran investasi dengan jaminan bebas risiko, bisa dipastikan bahwa perusahaan tersebut melakukan investasi bodong. Pasalnya, setiap investasi pasti memiliki risiko. Nah, tingkat risiko ini idealnya sesuai dengan jumlah keuntungan yang ditawarkan. Dalam investasi, berlaku prinsip high risk, high return. Investasi yang menjanjikan jaminan bebas risiko sudah pasti bodong.

Menggunakan Referensi Tokoh Masyarakat

Seperti yang disinggung sebelumnya, bentuk investasi bodong ada yang berupa kegiatan keagamaan. Beberapa perusahaan investasi bodong bahkan sengaja merekrut tokoh agama atau tokoh masyarakat. Tujuannya agar masyarakat merasa respek dan akhirnya tergerak untuk menanamkan uangnya hingga mengabaikan risiko. Anda perlu berwaspada apabila bertemu dengan perusahaan investasi yang melakukan hal ini.

Produknya Terlalu Mudah Dipahami

OJK juga mengatakan bahwa kebanyakan produk investasi bodong sangat mudah dipahami. Sedangkan, produk investasi yang sah membutuhkan waktu untuk mencernanya. Biasanya, perusahaan investasi bodong merasa tidak perlu repot menyediakan booklet atau penjelasan panjang lebar untuk memberikan informasi memadai. Jika menyediakan booklet pun biasanya bagian penawaram produk ditulis dalam ukuran kecil sehingga tidak mudah terbaca. Hal ini sangat patut dicurigai, terlebih jika tidak jelas siapa lembaga pengawasnya.

Berbadan Hukum Tidak Jelas

Namanya juga investasi bodong, tentu perusahaan-perusahaan yang menawarkan hal tersebut kemungkinan besar tak memiliki badan hukum yang jelas. Oleh sebab itu, untuk memastikannya, Anda bisa bertanya kepada pihak otoritas mengenai keabsahan badan hukum entitas. Begitu mendapat penawaran investasi, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memastikan apakah legalitas perusahaan tersebut terdaftar di OJK atau tidak.

 

Kini Anda bisa lebih waspada terhadap risiko investasi bodong yang berkeliaran di sekitar. Apabila memiliki informasi atau pertanyaan seputar investasi, Anda bisa langsung menghubungi layanan pengaduan OJK di nomor 15655. Share artikel ini untuk mengingatkan teman dan keluarga agar selalu waspada terhadap investasi bodong!

 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Business

    Peluang Usaha, Bagaimana Menemukannya?

    Peluang kadang tak menghampiri, melankan harus dicari.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.