Manfaat dan Bagaimana Menerapkan Resolusi Agar Tidak Sia-Sia

4 Januari 2018 | 22:01

Media sosial sekarang tidak hanya bervariasi, tetapi juga semakin mudah digunakan. Efek positif pun cukup dirasa, seperti memberikan informasi yang sangat berguna dan melakukan sharing pendapat bagi netizen lain. Di bulan Januari ini, salah satu topik yang hangat diperbincangkan adalah resolusi. Tapi, ironisnya resolusi ini selalu dijadikan bahan bercanda. Mengapa? Karena bagi kaum millennial, resolusi adalah tidak sekadar tulisan dan tidak ada realisasi.

Nah, pada artikel kali ini, kita akan mencoba membahas apa sebenarnya manfaat mempunyai resolusi dan bagaimana cara menerapkannya agar resolusi tidak terbengkalai. Simak penjelasannya di bawah ini.

Resolusi Adalah Tujuan

Jika Anda menganggap bahwa resolusi hanya tulisan belaka, maka Anda salah besar. Secara harfiah, resolusi berarti tujuan. Jadi, bisa dibilang jika Anda tidak mempunyai resolusi tahun ini, Anda tidak mempunyai tujuan hidup. Itulah mengapa menuliskan resolusi setiap awal tahun baru adalah hal yang cukup krusial.

Cara menuliskan resolusi juga bisa dibuat secara sederhana. Misalnya, Anda bisa membuat 2-3 poin resolusi, antara lain “lulus kuliah”, “mempunyai pekerjaan”, dan “membuat bisnis baru”. Dari 2-3 poin resolusi yang Anda tulis tersebut, Anda bisa selalu ingat apa yang harus Anda capai di tahun ini.

Menjadi Pribadi yang Terstruktur

Tujuan membuat resolusi selanjutnya adalah untuk membantu Anda menjadi pribadi yang lebih terstruktur. Ingat, segala sesuatu yang terstruktur atau sudah direncanakan sebelumnya akan menjadi lebih mudah untuk dijalani. Jika Anda sebelumnya sudah mempunyai tujuan, Anda hanya tinggal menyiapkan segala proses untuk mencapai tujuan tersebut.

Walaupun resolusi terlihat sederhana, tetapi sebenarnya resolusi adalah tujuan akhir yang ingin dicapai pada akhir tahun. Bayangkan jika Anda tidak mempunyai resolusi, tentu hidup Anda akan berantakan karena Anda tidak punya tujuan yang ingin dicapai, bukan?

Menjadi Tonggak Perubahan

Merasa mempunyai tahun yang buruk? Anda bisa menggunakan resolusi sebagai salah satu tonggak untuk menuju perubahan. Misalnya ternyata Anda tidak bisa lulus kuliah tepat waktu, Anda bisa menuliskan perubahan di dalam resolusi tersebut. Tidak hanya sekadar “lulus tahun ini”, tapi Anda bisa menuliskan secara lebih detail.

Pada bulan Februari, Anda bisa mulai mengerjakan skripsi dan pada bulan Mei harus sidang. Dengan begitu, Anda mengetahui mana fokus yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Jika resolusi hanya sekadar poin-poin tidak membantu, Anda bisa menuliskan dengan lebih detail. Bahkan jika memungkinkan untuk ditulis per bulan, tentu akan lebih baik.

Menjadi Motivasi

Jika Anda merasa bahwa resolusi yang Anda buat selama ini kurang menarik, coba buat dengan format yang lain. Misalnya, Anda bisa membuat rangkuman apa saja resolusi yang sudah Anda buat pada tahun-tahun sebelumnya, lengkap dengan tingkat keberhasilannya. Dengan demikian, Anda bisa termotivasi agar tidak mengulangi kesalahan pada tahun-tahun sebelumnya.

Jika memang resolusi adalah tidak bisa menjadi tujuan hidup Anda, minimal resolusi bisa menjadi pemacu semangat Anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap tahunnya. Semoga manfaat mempunyai resolusi dan bagaimana cara penerapannya di atas bisa menjadi inspirasi buat Anda. Belum terlambat jika Anda masih ingin menuliskan resolusi tahun baru. Bahkan sejatinya resolusi ini bisa dibuat setiap bulan atau bahkan setiap hari. Semoga beruntung!

 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Business

    Peluang Usaha, Bagaimana Menemukannya?

    Peluang kadang tak menghampiri, melankan harus dicari.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.