Pentingnya Pendidikan Karakter Untuk Generasi Muda Indonesia

2 Mei 2018 | 19:55

Berbicara tentang pendidikan, tentu Anda sudah tak asing lagi dengan istilah pendidikan karakter dan pendidikan akademik. Keduanya merupakan hal yang sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa, termasuk Indonesia. Namun, mayoritas orang tua yang hanya terfokus kepada pendidikan akademik dan lupa akan pentingnya karakter yang terdidik. Alhasil, tak sedikit diantara lulusan terbaik sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Bahkan, jiwa kepemimpinan seakan diabaikan dan dibiarkan tidak terlatih sebab yang diperhatikan hanya dengan sederet angka atau nilai yang fantastis dengan segudang prestasi akademik lainnya. Padahal, perkembangan karakter seharusnya dimulai sejak dini sehingga anak-anak di masa mendatang dapat bersaing dengan sehat.

Jadi, apa itu pendidikan karakter? Kenapa lebih penting daripada pendidikan akademik?

 

Definisi pendidikan karakter

 

Pendidikan karakter merupakan berbagai usaha yang dilakukan oleh pendidik di sekolah, bahkan juga harus dilakukan bersama-sama dengan orang tua dan anggota masyarakat, untuk membantu anak-anak dan remaja agar memiliki sifat peduli, berpendirian, dan bertanggung jawab. Pasalnya, setelah melewati tahap anak-anak, seseorang memiliki karakter, dimana karakter seseorang berkaitan dengan perilaku yang ada di sekitar dirinya.

Berbagai aktivitas di luar kelas akan membuat pendidikan karakter di sekolah terasa menyenangkan. Aktivitas seperti bermain peran, bekerja sama dalam menyelesaikan sebuah proyek akan menjadi sangat menyenangkan bagi para siswa. Apabila karakter baik tertanam sejak dini dalam diri anak-anak Indonesia, maka karakter ini akan melekat sampai mereka dewasa dan dapat menentukan keberhasilan generasi muda di masa depan.

Pentingnya pendidikan karakter

Pada dasarnya, pendidikan bertujuan untuk membantu manusia untuk menjadi cerdas dan pintar, serta membantu mereka menjadi manusia yang baik. Menjadikan manusia cerdas dan pintar, boleh jadi mudah. Namun, menjadikan manusia agar menjadi orang yang baik dan bijak, tampaknya jauh lebih sulit. Dengan demikian, wajar jika dikatakan bahwa pendidikan karakter seharusnya mampu mengiringi kehidupan manusia kapan pun dan di mana pun.

Pendidikan karakter diarahkan untuk memberikan tekanan pada nilai-nilai tertentu, seperti rasa hormat, tanggung jawab, kejujuran, kepedulian, dan keadilan. Dengan begitu, anak-anak dapat memahami, memperhatikan, dan mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka sendiri.

Pendidikan karakter semacam ini dapat dilakukan melalui pembelajaran tentang tata-krama, sopan santun, dan adat-istiadat, sehingga perilaku-perilaku aktual tentang bagaimana anak-anak dapat disebut berkepribadian baik atau tidak baik berdasarkan norma-norma yang bersifat kontekstual dan kultural.

Pendidikan karakter investasi jangka panjang

Pendidikan karakter merupakan proyek pendidikan jangka panjang karena karakter adalah proses untuk mengukir nilai-nilai yang dianggap baik ke dalam hati masing-masing anak. Karakter tidak sama dengan norma atau budi pekerti karena karakter langsung digerakkan oleh otak. Karakter seseorang dapat ditunjukkan dengan bagaimana bersikap ketika tidak ada seorang pun yang melihatnya. Sikap ini akan bersifat otomatis karena langsung digerakkan oleh otak.

Pendidikan karakter tidak membutuhkan kurikulum, silabus atau buku yang khusus. Pasalnya, pendidikan karakter adalah sebuah usaha yang holistik sehingga tidak hanya melibatkan sisi kognitif tapi juga sisi afektif dan psikomotor. Dengan demikian, seorang anak dapat memahami lalu bisa merasakan dan pada akhirnya mau melakukan nilai-nilai yang dianggap baik. Hal ini juga membutuhkan contoh dari orang-orang di sekitarnya, baik di sekolah maupun di rumah.

 

Untuk membuat seseorang menjadi pintar jauh lebih mudah dan cepat dari pada untuk membuat seseorang jadi baik dan berkarakter. Sayangnya, hanya menjadi pintar tidaklah cukup untuk memajukan bangsa dan negara. Generasi muda harus memiliki karakter yang lebih baik.

 

 

Rekomendasi