Apa Itu Bisnis Wara laba? Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

6 April 2018 | 20:01

Pengertian Wara laba

Wara laba merupakan hubungan bisnis atau usaha antara owner merek, produk maupun sistem operasional dengan pihak kedua. Hubungan ini berupa pemberian izin dari pemakaian merek, produk dan sistem operasional dalam jangka waktu yang sebelumnya telah ditentukan. Kerja sama ini menggunakan prinsip kemitraan.

Dilakukan sistem pendistribusian barang atau jasa kepada customer akhir. Pemilik merek atau franchisor memberikan hak kepada perusahaan atau individu untuk melangsungkan bisnis atau franchise dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang sudah ditentukan sebelumnya. Kerjasama ini juga dilakukan dalam jangka waktu dan area yang telah disepakati bersama.

Kelebihan Wara laba

Wara laba diminati karena menawarkan berbagai kelebihan yang menjanjikan. Diantaranya:

1.      Manajemen bisnis yang telah terbangun

Keuntungan bisnis wara laba yang pertama adalah Anda tidak perlu membangun manajemen bisnis dari awal. Tipe bisnis ini membuat Anda bisa berbisnis lebih nyaman karena berada dibawah bisnis yang memiliki reputasi bagus. Baik ide, penamaan, serta manajemen bisnis sudah diuji coba sebelumnya, sehingga bisa siap untuk bisa segera Anda implementasikan pada lokasi yang baru.

2.      Masyarakat tidak asing terhadap produk atau jasa yang ditawarkan

Kesulitan memasarkan barang atau produk baru adalah rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat. Hal ini tentu berbeda dengan bisnis wara laba. Umumnya, pemasaran bisnis wara laba cenderung lebih mudah karena bisnis sebelumnya telah lebih dulu dikenal oleh masyarakat luas. Berbagai biaya dan tenaga yang dibutuhkan untuk membangun reputasi bisnis bisa dikatakan jauh lebih ringan dibanding jika harus membangun bisnis baru.

3.      Manajemen finansial yang cenderung lebih mudah

Dalam membangun dan mengembangkan bisnis, mendapatkan suntikan dana dari investor adalah hal yang penting. Bisnis wara laba sendiri dipercaya lebih mudah mendapat modal dari investor karena bisnisnya yang sudah kokoh baik dari segi finansial maupun jaringan pemasarannnya. Penetapan sistem manajemen finansial yang dilakukan pemilik wara laba utama membuat Anda tidak perlu lagi memusingkan manajemen finansial seperti layaknya membangun bisnis baru.

4.      Sudah terbangunnya kerja sama bisnis

Bisnis membutuhkan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak untuk memajukan usaha. Itulah yang tidak perlu terlalu Anda khawatirkan jika menggeluti usaha wara laba. Karena, Anda dapat mengandalkan kerja sama yang telah dibangun sebelumnya oleh owner wara laba seperti kerja sama dengan pemasok bahan baku, pihak periklanan, ataupun pemasaran.

5.      Memperoleh dukungan dan keamanan yang lebih kuat

Biasanya, owner wara laba akan memberikan berbagai pelatihan manajemen, finansial, pemasaran, hingga periklanan. Hal ini dilakukan untuk memperlancar kinerja Anda ketika terjun ke dunia bisnis warabala. Pelatihan ini umumnya juga masuk dalam paket pembelian wara laba.

Kekurangan bisnis wara laba

Ada kelebihan, pasti juga ada kekurangan. Berikut beberapa kekurangan wara laba yang harus Anda ketahui:

1)     Bisnis tidak dapat dikendalikan secara independen

Kekurangan dari bisnis wara laba yang pertama adalah sulitnya melakukan kendali terhadap bisnis yang dijalankan. Hal ini disebabkan oleh sistem yang telah ditentukan oleh owner wara laba. Ruang gerak pembeli wara laba menjadi sangat terbatas dan pengaplikasian ide maupun kreativitas tidak dapat dilakukan dengan leluasa.

2)     Suppulier bagian yang sangat penting

Demi memperoleh keuntungan yang cukup, tentu setiap pengusaha menginginkan modal kecil. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengeluarkan modal kecil adalah mencari supplier yang murah. Namun, dalam sistem wara laba, supplier sudah ditentukan sejak awal. Anda pun tidak dapat memilih supplier lain yang dinilai lebih murah atau lebih dibutuhkan.

3)     Reputasi wara laba Anda tergantung reputasi wara laba lainnya

Sistem wara laba membuat pembeli wara laba mau tidak mau harus menerima dampak dari wiralaba lainnya. Jika wara laba lain melakukan kesalahan yang merusak reputasi, maka wara laba yang Anda kelola otomatis juga akan terkena imbasnya.

4)     Budget wara laba

Owner wara laba biasanya akan mengajukan biaya awal untuk pembelian perjanjian wara laba. Lalu, biaya lanjutan untuk pelatihan dan support bagi pembeli warabala. Untuk itu, sebaiknya Anda juga mempertimbangkan aspek biaya yang harus Anda keluarkan sebelum membuka bisnis wara laba.

5)     Keuntungan yang dipotong

Sebagai pembeli wara laba, Anda diwajibkan untuk membayar royalti dari sejumlah keuntungan yang diperoleh. Apabila keuntungan tersebut jumlahnya sedikit, keuntungan tersebut harus tetap dipotong untuk menutupi biaya ini. Karena itu, jika tidak berlangsung lancar kondisi ini mungkin akan cukup memberatkan.

Itulah sejumlah informasi mengetahui pengertian wara laba lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya. Keputusan akhir tentu berada di tangan Anda. Putuskanlah dengan mempertimbangkan berbagai hal diatas dan dengan bijaksana, ya. Semoga bermanfaat!

 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Business

    Peluang Usaha, Bagaimana Menemukannya?

    Peluang kadang tak menghampiri, melankan harus dicari.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.