Apakah Benar Menghindari yang Manis Saat Berbuka Puasa Itu Baik?

3 Mei 2018 | 22:12

‘Berbukalah dengan yang manis’ sering kali menjadi slogan yang Anda dengar selama bulan puasa. Tak heran jika di Indonesia sendiri kolak, es cendol, dan es teh manis menjadi minuman menyegarkan yang wajib ada saat berbuka puasa. Namun, berbuka dengan yang manis-manis tidak selamanya baik untuk tubuh Anda. Terlalu berlebihan mengonsumsi gula justru dapat memicu penyakit diabetes. Jadi, bagaimana menu berbuka puasa yang menyehatkan itu?

 

Perhatikan jumlah asupan gula yang dibutuhkan tubuh

Sebelum menyebutkan menu berbuka puasa yang menyehatkan, ada baiknya jika terlebih dulu Anda memahami jumlah asupan gula yang dibutuhkan oleh setiap orang dewasa normal. Beberapa ahli nutrisi menyampaikan bahwa Anda sebaiknya mengonsumsi gula tidak boleh melebihi 20 gram atau 12 sendok teh sehari. Padahal segelas es teh manis itu biasanya sedah terdiri dari enam sendok teh per gelas. Belum lagi menu takjil lainnya, bukan?

Kurma sebagai buah yang menyehatkan

Anggapan mengenai berbuka dengan yang manis sebenarnya tidak 100% benar. Pasalnya, di dalam agama Islam itu sendiri kurma diperkenalkan sebagai buah yang menyehatkan, tidak sekadar manis saja. Bahkan satu buah kurma dapat dengan mudah mengembalikan energi tubuh Anda. Mulai sekarang, cobalah untuk merubah mindet dari ‘berbukalah dengan yang manis’ menjadi ‘berbukalah dengan makanan sehat dan bergizi’.

Bahaya makan makanan manis saat berbuka

Pada dasarnya, mengonsumsi makanan manis memang cepat menaikkan kadar gula dalam darah sehingga Anda tidak lagi merasa lemas. Namun, efek dari makanan manis itu sendiri justru akan membuat tubuh mudah loyo dan mengantuk. Pakar kesehatan menyebut kondisi ini sebagai efek ‘yoyo’ akibat peningkatan kadar gula dalam darah yang fluktuatif. Lebih lanjut, makan makanan manis saat berbuka secara berlebihan juga akan membuat Anda ingin makan lebih banyak lagi.

Hindari minuman kemasan

Saat ini memang ada banyak sekali minuman kemasan yang dapat Anda beli sebagai pelepas dahaga saat berbuka puasa. Sayangnya, minuman kemasan mengandung gula yang berlebihan hingga 7,5 sendok teh gula untuk satu kali sajian. Kebiasaan inilah yang juga akan menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan selama berpuasa. Jika dibiarkan maka akan memicu gejala diabetes yang mengancam kesehatan tubuh Anda sendiri.

Ganti dengan buah-buahan

Alih-alih mengonsumsi makanan dan minuman manis saat berbuka puasa, Anda lebih disarankan untuk mengganti menu dengan buah-buahan segar. Selain memberi efek yang menyegarkan, buah-buahan ini juga kaya akan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh selama berpuasa. Anda juga bisa mengganti minuman pembuka puasa dengan jus buah segar tanpa pemanis tambahan. Selain itu, Anda juga bisa menyiapkan infuse water dengan campuran kiwi, stroberi, dan lemon di dalamnya.

 

Apakah Anda masih berpikir bahwa berbuka puasa dengan yang manis itu baik? Mengonsumsi makanan dan minuman manis bukanlah jawaban yang tepat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh setelah seharian penuh berpuasa. Segera ubah kebiasaan berbuka Anda dengan menu-menu yang lebih menyehatkan tubuh. Ingat, kesehatan adalah aset berharga yang harus Anda jaga dengan asupan makanan yang baik dan benar.

 

Jangan lupa berolahraga ringan setiap pagi dan sore hari agar tubuh tetap bugar dan puasa semakin lancar. Semoga bermanfaat!

 

 

Rekomendasi