Mengapa Minat Baca Sangat Berpengaruh Terhadap Pendidikan di Indonesia?

5 Mei 2018 | 22:51

Buku adalah jendela dunia. Pepatah itu mungkin sangat pas dalam memberikan gambaran bahwa dengan membaca buku seseorang, termasuk Anda, dapat memiliki beragam ilmu dan pengetahuan. Sayangnya, di Indonesia angka minat baca masih tergolong sangat rendah. Bahkan, UNESCO pernah mengungkapkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Artinya, dari 1000 penduduk Indonesia, hanya ada satu yang rajin membaca.

Pada Maret 2016 lalu, Most Literate Nations in the World, telah merilis peringkat literasi internasional yang menempatkan Indonesia berada di urutan ke-60 dari total 61 negara. Padahal, buku dan pendidikan adalah dua hal yang saling memiliki keterkaitan. Tentu saja, minimnya minat baca di Indonesia menempatkan negara ini di posisi 69 dari 76 negara pada urutan tingkat pendidikan di dunia berdasarkan World Education Forum yang berada di bawah naungan PBB.

Lantas, mengapa minat baca dapat sangat berpengaruh terhadap pendidikan di Indonesia?

 

Mempengaruhi intensitas seseorang dalam menentukan cita-cita

 

Percaya atau tidak, minat membaca merupakan sumber motivasi terbesar yang akan mempengaruhi seseorang dalam menganalisis dan mengingat segala informasi yang telah didapatkan dari buku yang dibacanya. Pengalaman yang didapat ketika membaca tentu merupakan cara belajar yang menyenangkan. Dengan begitu, sangat penting bagi masyarakat Indonesia untuk selalu mengasah, mengembangkan, dan mendalami buku-buku bacaan yang ada.

Ingat, minat membaca tidak dapat diperoleh secara cuma-cuma sejak Anda lahir. Kegiatan membaca harus dibiasakan sejak dini. Ada baiknya jika Anda dan anak-anak di rumah membiasakan diri untuk membaca, setidaknya satu buku dalam satu minggu. Mulailah dengan buku-buku bacaan yang menyenangkan, sebelum beralih ke buku bacaan yang lebih ‘berat’.

Melatih cara berpikir seseorang

Ketika membaca maka Anda sedang melalui proses berpikir. Berpikir merupakan suatu proses yang dapat membantu Anda dalam mengenali, memahami, dan kemudian menginterpretasikan lambang-lambang yang bisa mempunyai arti. Hal ini pula yang menjadi penyebab minat baca sangat berpengaruh terhadap pendidikan di Indonesia. Semakin sering Anda membaca maka semakin terlatih pula kemampuan kognitif yang dimiliki.

Akan tetapi, hasil penelitian yang dilakukan oleh Program of International Student Assessment (PISA) Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas justru menyatakan bahwa kemahiran membaca anak usia 15 tahun di Indonesia sangat memprihatinkan. Sekitar 37,6% hanya bisa membaca tanpa bisa menangkap makna, sedangkan 24,8% lainnya hanya bisa mengaitkan teks yang dibaca dengan satu informasi pengetahuan.

Meningkatkan kecerdasan

Saat Anda membaca ada banyak unsur psikologis yang terlibat, termasuk kapasitas kecerdasan, motivasi, retensi, ingatan, serta kemampuan mentransfer dan berpikir kognitif yang akan membantu seseorang dalam memahami seberapa banyak pengetahuannya mengenai banyak hal. Antara lain bagaimana ia memandang hidup yang dijalani, ke mana arah yang sebenarnya ingin dicapai. Tentu saja, minat baca seseorang dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan pendidikan suatu bangsa.

 

Setelah mengetahui besarnya pengaruh minat baca terhadap di Indonesia, Anda tentu harus mengubah mindset dan kebiasaan sehari-hari. Daripada menghabiskan banyak waktu menonton siaran televisi yang terkadang kurang bermutu, cobalah untuk membiasakan diri membaca buku ketika ada waktu luang. Minat baca yang baik akan membawa pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik di masa yang akan datang. Semoga bermanfaat!

 

 

Rekomendasi