Social Entrepreneurship, Bawa Misi Sosial

18 Mei 2017 | 22:57

 

 

 Apakah Anda tahu bedanya entrepreneurship dengan social entrepreneurship? Begini, entrepreneurship menjalankan misi yang mengarah pada profit, sedangkan social entrepreneurship mengemban misi sosial. Keduanya sama-sama melakukan value-creation. Hanya saja, yang pertama economic value-creation, sedangkan yang kedua social value-creation.

 

Seorang social entrepreneur selalu mencari celah perubahan, meresponsnya secara jitu, kemudian menjadikannya sebagai peluang dengan menawarkan solusi inovatif yang tidak terpikirkan orang lain." --Peter F. Drucker, bapak manajemen modern.

 

Ya, seorang social entrepreneur jeli melihat persoalan masyarakat di lingkungannya, kemudian menawarkan solusi inovatif untuk menyelesaikan sekaligus memicu sebuah transformasi masyarakat menuju kondisi yang lebih baik.

 

Apakah seseorang atau komunitas yang mengajak masyarakat di sebuah desa untuk membuat kerajinan tangan, lalu dijual merupakan salah satu bentuk social entrepreneurship? Mereka memang dapat dikatakan sebagai seorang entrepreneur, tetapi bukanlah social entrepreneur. Jika tujuannya profit, suatu usaha belum bisa dikatakan social entrepreneurship.

 

Atau mungkin Anda pernah menjumpai seorang entrepreneur dengan pekerja yang sengaja dipilih dari kaum marginal untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Memang, hal ini tampak sebagai misi sosial. Namun ketika usaha tersebut berorientasi pada profit, lagi-lagi belum dapat dikatakan sebagai social entrepreneur

 

Bagaimana dengan contoh ini? Salah seorang pemilik hotel menghibahkan hotelnya untuk para tunawisma. Tunawisma ini digaji sebagai pegawai hotel. Setelah mandiri dari gaji yang dikumpulkan selama menjadi pegawai hotel, mereka harus keluar dan memulai hidup baru, lalu digantikan oleh tunawisma lainnya. Ya, kisah ini termasuk salah satu contoh social entrepreneur.

 

Contoh lainnya ialah seseorang yang melakukan bisnis, lalu keuntungannya digunakan untuk yayasan. Yayasan ini bergerak untuk memberdayakan orang-orang yang tidak mampu. Dari dua contoh di atas, terlihat bahwa social entrepreneurship memiliki ciri yang tidak dimiliki bisnis-bisnis lain, yaitu memberdayakan orang-orang yang tidak mampu

 

Pelaku bisnis asuransi pun bisa dipandang dari sudut pandang sosial karena memiliki fungsi dan tujuan yang jelas dan mulia. Asuransi bisa diartikan sebagai organisasi sosial yang menerima pelimpahan risiko dan mengumpulkan dana dari nasabah untuk membayar kerugian terhadap risiko yang mungkin terjadi pada nasabah tersebut. Ya, asuransi melindungi nasabah dari kerugian tersebut yang akan dipikul secara bersama-sama.

 

Jadi, berminat membangun usaha berbasis social entrepreneurship? Selagi masih muda, asah terus kemampuan Anda untuk membangun masyarakat yang lebih baik.  

 

 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.

  • Hobby

    The Power of Giving

    Tak sedikit penelitian menyebutkan, rasa bahagia saat memberi kepada orang lain, akan membuat diri kita lebih nyaman menjalani hidup. Siapapun diri kita, apapun kondisi kita saat ini, kita selalu bisa memberi.