Kesehatan Itu Investasi

18 Mei 2017 | 23:09

Bicara tentang investasi tidah hanya seputar rumah, kendaraan pribadi, atau deposito. Jangan salah, kesehatan itu juga salah satu investasi yang bernilai. Mengapa? Pertama, dengan kesehatan yang prima, Anda dapat bekerja dengan baik dan optimal. Berbeda jika Anda sakit, pekerjaan tentu jadi terbengkalai. Kedua, Anda tidak perlu mengeluarkan waktu dan biaya lebih untuk ke rumah sakit. Biaya pemeriksaan, pengobatan, dan tindakan terus meningkat setiap saat. Belum lagi dengan biaya operasi atau bahkan tindakan medis yang bersifat kronis seperti cuci darah atau transplantasi.

Ketiga, sakit dapat menghabiskan aset Anda. Bayangkan, seseorang yang divonis mengidap penyakit kritis harus kehilangan aset, kehilangan penghasilan karena tidak bisa bekerja lagi, bahkan sampai terpaksa berutang. Keempat, jika Anda sehat dan bugar, akan lebih mudah mengajak orang lain untuk mengikuti gaya hidup sehat dan bugar seperti Anda. Terakhir, biaya investasi untuk kesehatan lebih murah daripada biaya untuk sakit. Anda lebih pilih terbebani premi asuransi atau biaya rumah sakit yang mahal?
 
Sehat itu mahal, tetapi sakit lebih mahal. 
 
 Sehat itu mahal, tetapi sakit lebih mahal. Artinya, berbagai upaya untuk menjaga kesehatan memang membutuhkan biaya, tetapi tidak seberapa dibandingkan jika Anda terserang penyakit di mana biaya pengobatan hingga penyembuhan yang dibutuhkan tidak sedikit. Nah, lebih baik investasikan dana untuk perawatan kesehatan daripada abai pada kesehatan dan berujung sakit. Untuk manfaat maksimal, misalnya, Anda dapat berinvestasi pada asuransi kesehatan atau asuransi jiwa.
 
Menurut Randall R. Bovbejerg dan Jack Hadley, ada beberapa manfaat yang didapat jika Anda memiliki asuransi kesehatan, di antaranya mendapatkan perawatan yang lebih intensif dan efisien dari rumah sakit, tidak membebani keuangan Anda dan keluarga, serta mendapatkan akses perawatan yang lebih baik.
 
Kebanyakan masyarakat masih menganggap asuransi sebagai biaya, bukan sebuah investasi. Padahal, asuransi sangat bermanfaat untuk mengalihkan risiko yang bisa terjadi. Menurut Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, Hendrisman Rahim, dari total penduduk Indonesia sebesar 240 juta jiwa, hanya 43,7 juta orang atau 18 persen dari total penduduk Indonesia yang memiliki perlindungan asuransi jiwa. Dan dari 43,7 juta orang tersebut,  hanya 11 juta orang atau 4,5 persen dari total populasi yang memiliki asuransi jiwa individu.
 
Miliki asuransi, bahkan ketika Anda merasa semuanya baik-baik saja. Bukankah lebih baik memiliki di saat kita tidak membutuhkan, daripada tidak memiliki di saat kita membutuhkan?

    

 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.

  • Hobby

    The Power of Giving

    Tak sedikit penelitian menyebutkan, rasa bahagia saat memberi kepada orang lain, akan membuat diri kita lebih nyaman menjalani hidup. Siapapun diri kita, apapun kondisi kita saat ini, kita selalu bisa memberi.