Pengalaman Ilmu yang Paling Bermanfaat

1 Desember 2016 | 00:00

 

Kita mudah bahagia pada benda-benda baru. Ponsel baru, tas baru, baju baru, kerap membuat mood naik dan rasa senang terbang sampai di awang-awang. Tapi tunggu seminggu lagi, sebulan lagi, setahun lagi, kita seperti tak merasa bahagia atas benda-benda itu.

 

“Musuh dari kebahagiaan ialah adaptasi. Begitu kita terbiasa, rasa senang itu perlahan-lahan memudar,” kata Dr. Thomas Gilovich, profesor psikologi Cornell University yang melakukan riset korelasi uang dan kebahagiaan, seperti dikutip dari Journal of Consumer Psychology.

 

Katanya, sesuatu yang bersifat kebendaan mudah ‘terlepas’ dari diri kita. Berbeda dengan pengalaman bahagia yang kita rasakan. “Kita membeli sesuatu untuk membuat kita bahagia. Dan itu memang benar, tapi untuk sesaat. Benda baru membuat kita senang pada awalnya, lalu kita beradaptasi, dan semuanya menjadi biasa.”

 

Tapi, coba ingat-ingat pengalaman menyenangkan yang Anda alami. Liburan bersama keluarga, atau teman, kerap menyisakan kenangan yang bisa membuat kita tertawa kembali, bersama-sama. Kesempatan reuni sekolah, bagi mereka yang mengalami perasaan menyenangkan saat sekolah- kerap memberikan energi dan menyegarkan kembali semangat dan mimpi-mimpi.

 

Pengalaman, ujar Gilovich, lebih membuat orang bahagia ketimbang barang-barang terbaru yang dibeli. Saat kita mendapat hadiah ulang tahun dari suami, atau kekasih, kita lebih mengingat rasa senang saat diberi barang tersebut, tak semata-mata karena barangnya. Betul?

 

Menurut Gilovich, ‘membeli’ sebuah pengalaman akan lebih bernilai ketimbang membeli barang. Datang ke museum dan mengenalkan anak-anak kepada barang bersejarah atau berlatih membatik di sana, akan lebih mereka kenang daripada barang antik yang dipajang di rumah. Mengajak anak ke toko buku, membelikan mereka buku yang disuka, akan lebih dikenang sebagai pengalaman manis ketimbang sekadar membelikannya sepulang kantor. Berlibur bersama keluarga, jelas lebih diingat anak-anak hingga dewasa ketimbang membelikan banyak mainan sebagai pengganti rasa bersalah atas kesibukan.

 

“Apa yang kita alami telah membentuk diri kita seperti saat ini. Pengalaman berinteraksi dengan banyak orang, lebih membawa kebahagiaan ketimbang membeli barang yang hanya memuaskan nafsu sesaat.”

 

Siap menabung demi pengalaman baru yang membuat Anda lebih bahagia? Hitung di kalkulator finansial.

 

Rekomendasi

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.

  • Hobby

    The Power of Giving

    Tak sedikit penelitian menyebutkan, rasa bahagia saat memberi kepada orang lain, akan membuat diri kita lebih nyaman menjalani hidup. Siapapun diri kita, apapun kondisi kita saat ini, kita selalu bisa memberi.

  • Hobby

    Pengalaman Ilmu yang Paling Bermanfaat

    Kita mudah bahagia pada benda-benda baru. Ponsel baru, tas baru, baju baru, kerap membuat mood naik dan rasa senang terbang sampai di awang-awang. Tapi tunggu seminggu lagi, sebulan lagi, setahun lagi, kita seperti tak merasa bahagia atas benda-benda