The Power of Giving

7 Januari 2017 | 13:55

Banyak Memberi, Lebih Bahagia

Tak sedikit penelitian menyebutkan, rasa bahagia saat memberi kepada orang lain, akan membuat diri kita lebih nyaman menjalani hidup. Siapapun diri kita, apapun kondisi kita saat ini, kita selalu bisa memberi.

Sebab memberi tidak harus berupa uang, atau materi lainnya. Ingin mendapatkan kasih sayang, mulailah dengan memberikan rasa kasih sayang pada lingkungan sekitar. Ingin mendapatkan pengetahuan, maka sebarkanlah pengetahuan yang saat ini sudah kita miliki. Sama halnya seperti fenomena alam. Ketika manusia menghirup oksigen, ia juga menghembuskan karbondioksida. Apa yang mengalir keluar dari diri kita adalah apa yang akan mengalir ke dalam diri kita.

Mari kita perhatikan kisah menarik yang diambil dari buku Chicken Soup for the Soul Graphic seri pertama. Ada seorang anak berusia belasan tahun bernama Clark. Pada suatu malam, dia berencana menonton pertunjukan sirkus bersama ayahnya. Ketika tiba di loket, Clark dan ayahnya mengantri di belakang serombongan keluarga besar yang terdiri dari bapak, ibu, dan 8 orang anaknya. Keluarga tadi terlihat bahagia malam itu karena dapat melihat pertunjukan sirkus.

Dari pembicaraan yang terdengar oleh Clark dan ayahnya, mereka tahu bahwa bapak ke delapan anak tadi telah bekerja keras untuk dapat mengajak anak-anaknya menonton sirkus malam itu. Namun ketika sampai di loket dan hendak membayar, wajah bapak tadi nampak pucat pasi. Ternyata uang 40 dollar yang telah dikumpulkan dengan susah payah tidak cukup untuk membayar tiket untuk dua orang dewasa dan delapan anak yang total harganya sebesar 60 dollar.

Pasangan suami istri itu pun saling berbisik. Bagaimana harus mengatakan kepada anak-anak mereka bahwa malam itu mereka batal menonton sirkus karena uangnya kurang, sementara anak-anaknya nampak begitu gembira dan sudah tidak sabar untuk segera masuk ke sirkus.

Tiba-tiba Ayah Clark menyapa bapak 8 anak tadi dan berkata,”Maaf Pak, uang ini tadi jatuh dari saku Bapak”, sambil menjulurkan lembaran 20 dollar dan mengedipkan sebelah matanya. Bapak 8 anak tadi takjub dengan apa yang dilakukan Ayah Clark. Dengan mata berkaca-kaca, ia menerima uang tadi dan mengucapkan terima kasih kepada Ayah Clark dan mengatakan betapa 20 dollar tadi sangat berarti bagi keluarganya.

Cerita tersebut kemudian menjelaskan dahsyatnya kekuatan memberi (The Power of Giving). Saat kita memberi, alam akan mendukung kita untuk menerima lebih banyak lagi pemberian. Hal tersebut sejalan dengan konsep giving and receiving menurut Deepak Chopra, dokter asal India yang kemudian menjadi guru spiritual para selebritas hollywood.

Menurut Chopra, memberi dan menerima merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Semakin banyak kita memberi, maka semakin banyak yang kita terima.

Misalnya, dari cerita di atas, ada dua kebahagiaan yang terjadi dalam aktivitas memberi. Pertama kebahagiaan bagi yang menerima dan kebahagiaan yang dirasakan oleh si pemberi. Kita dapat merasa lebih kaya dan bahagia saat berbagi pizza, dibandingkan dengan rasa kenyang ketika kita menikmati satu kotak pizza sendirian.

Seorang doktor dari Rehabilitation Institute of Chicago bahkan pernah melakukan penelitian khusus untuk menjawab: apakah kita betul-betul menjadi lebih bahagia setelah memberi?

Studi yang dilakukan tahun 2000-an tersebut meminta 19 partisipan menyumbang sejumlah dana untuk suatu kegiatan amal dan melihat aktivitas otak yang dihasilkan melalui MRI. Melalui pencitraan ini, kita dapat mendeteksi perubahan fisik seperti aliran darah yang dihasilkan dari aktivitas neuron.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan yang menyumbang untuk acara amal mengirimkan suatu sinyal ke bagian otak primitif (midbrain VTA). Tandanya, mereka gembira seperti saat mereka menerima uang atau berhubungan seks. Jadi secara ilmiah, sudah terbukti bahwa kegiatan memberi bisa membuat orang menjadi lebih bahagia.

Memberi apa saja, kepada siapa saja, bisa dimulai sekarang juga. Tentu saja agar kita lebih bahagia.

 

Rekomendasi

  • Travelling

    Mahakarya Berbalut Religi

    Sosok bangunan-bangunan klasik ini tak setenar Menara Eiffel, juga tak seharum Taj Mahal. Namun pesonanya tak lekang oleh waktu.

  • Hobby

    Pimpin Tim Sebaik Mungkin

    Pemimpin yang dihargai anak buahnya akan lebih mudah mengarahkan tim menuju target dan tujuannya. Bagaimana caranya?

  • Hobby

    Melompat Dari Putaran Roda Hamster

    Mereka terus berlari hingga kehabisan napas. Namun setelah napas mereka habis, mereka tetap berada di dalam roda tersebut dan menyadari bahwa mereka tetap berada di tempat yang sama. Apakah itu kita?

  • Parenting

    Waspadai Cinta Posesif

    Adakah cinta yang berlebih sehingga menyakiti? Well,, jangan percaya. Cinta, semestinya tak boleh menyakitkan. Meski itu ada.

  • Hobby

    Cara Biasa Untuk Jadi Lebih Kreatif

    Tokoh-tokoh legendaris dunia seperti Albert Einstein, Picasso, atau Steve Job tidak akan menciptakan ide berlian hanya dengan duduk manis. Mereka melakukan kegiatan sehari-hari yang mampu mengasah ide-ide mereka.

  • Hobby

    The Power of Giving

    Tak sedikit penelitian menyebutkan, rasa bahagia saat memberi kepada orang lain, akan membuat diri kita lebih nyaman menjalani hidup. Siapapun diri kita, apapun kondisi kita saat ini, kita selalu bisa memberi.